Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Cerita Aipda Hardian Pradana, Bhabinkamtibmas Desa Bakung di Blitar Raih Penghargaan dari Gubernur-Polda Jatim

M. Subchan Abdullah • Senin, 10 November 2025 | 22:06 WIB

 

 

PENGAYOM: Aipda Hardian Pradana memperoleh penghargaan sebagai Bhabinkamtibmas Terbaik II se-Jatim.
PENGAYOM: Aipda Hardian Pradana memperoleh penghargaan sebagai Bhabinkamtibmas Terbaik II se-Jatim.

BLITAR - Kekompakan warga Desa Bakung, Kecamatan Udanawu, dalam berjaga malam di poskamling patut ditiru. Lewat kolaborasi antara polisi, TNI, dan masyarakat, desa yang terletak di ujung barat Blitar ini dapat apresiasi dari Pemprov Jawa Timur berkat keaktifan poskamling. Di balik semangat gotong royong warga, ada sosok Aipda Hardian Pradana, Bhabinkamtibmas Desa Bakung.

Berkat kiprahnya, dia berhasil mengantarkan desanya meraih Predikat Pembina Siskamling Terbaik II se-Jawa Timur. Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang lomba poskamling tingkat provinsi dalam rangka HUT Bhayangkara setelah sebelumnya Desa Bakung menjuarai lomba tingkat Polres Blitar Kota.

“Awalnya kami hanya ikut lomba poskamling tingkat polres. Alhamdulillah juara satu. Lalu dari situ, Pemkab Blitar menunjuk Desa Bakung mewakili kabupaten di tingkat provinsi,” tuturnya kepada Koran ini, Minggu (9/11/2025).

Dia mengaku tak menyangka bisa menembus tingkat Jawa Timur dan bahkan menyabet posisi dua besar. “Rasanya senang dan bersyukur sekali. Ini bukan hasil kerja saya pribadi, tapi karena kekompakan semua pihak mulai dari TNI, linmas, tokoh pemuda, dan tentu saja masyarakat Desa Bakung,” ujarnya.

Bagi Aipda Hardian, kunci keberhasilan bukan pada lombanya, melainkan pada rasa tanggung jawab warga menjaga kampungnya sendiri. Dia menegaskan bahwa kegiatan ronda malam di desa setempat bukan program musiman yang hanya aktif menjelang lomba.

“Di sini, jaga malam sudah aktif jauh sebelum lomba. Jadi tidak tiba-tiba hidup karena ada penilaian. Ini sudah jadi budaya dan kebiasaan warga,” ungkap pria 39 tahun ini.

Aktivitas poskamling berjalan terjadwal. Setiap RT memiliki giliran yang diatur agar semua warga mendapat peran tanpa mengganggu pekerjaan. Dia menyadari tantangan terbesar adalah waktu dan kesibukan masyarakat. “Tidak semua warga bisa jaga malam setiap hari. Karena itu, jadwal kami atur sedemikian rupa agar tetap jalan, tapi tidak memberatkan,” jelasnya.

Menariknya, dari kegiatan ronda malam itu justru muncul kedekatan dan kekompakan baru. “Kami jadi lebih akrab, saling mengenal, bahkan sering berdiskusi ringan soal kegiatan warga atau keamanan desa. Jadi, poskamling itu bukan hanya tempat jaga, tapi juga wadah silaturahmi,” tambah warga Kecamatan Sananwetan ini.

Sebagai pembina siskamling, Hardian memilih pendekatan edukatif ketimbang instruktif. Dia rajin menyambangi warga, berbincang santai dengan petugas ronda, dan mengingatkan pentingnya kewaspadaan tanpa menakut-nakuti.

Baca Juga: Wabup Beky Ajak Jadikan Hari Pahlawan Momentum Bergerak dan Berdampak untuk Blitar

“Setiap saya sambang, saya beri motivasi agar warga tetap semangat menjaga lingkungan. Tidak hanya sebatas jaga malam, tapi juga peduli kalau ada hal mencurigakan,” tuturnya.

Tak berhenti di situ, dia juga menggelar pelatihan singkat kepada masyarakat tentang bagaimana menghadapi situasi darurat, termasuk saat menemukan orang yang mencurigakan atau terduga maling. “Kami ajarkan cara mengamankan orang yang tertangkap tangan tanpa kekerasan. Jangan sampai main hakim sendiri,” tegasnya.

Jika ada permasalahan, lanjut Hardian, penyelesaiannya dilakukan di Rumah Rembuk Desa tempat mediasi tiga pilar —pemdes, Polri, dan TNI— sebelum melangkah ke ranah hukum. Cara ini dinilai efektif mencegah konflik sosial.

Di balik keberhasilan tersebut, kolaborasi lintas unsur menjadi fondasi utama. Pemerintah desa, babinsa, linmas, dan karang taruna turut serta mendukung kegiatan keamanan lingkungan. “Prestasi ini lahir karena kekompakan. Pemdes selalu mendukung penuh, bahkan ikut mendampingi saat kami menerima penghargaan di tingkat provinsi,” tutur Hardian.

Bagi Hardian, penghargaan yang diraihnya bukan akhir dari perjuangan, melainkan pemicu untuk terus berbuat lebih baik. Dia berharap prestasi itu menjadi motivasi bagi bhabinkamtibmas lain agar semakin aktif membina masyarakat.

“Harapan saya, teman-teman bhabin di desa lain juga termotivasi. Kita harus makin dekat dengan masyarakat, bukan sekadar hadir saat ada masalah, tapi benar-benar jadi bagian dari mereka,” pungkasnya.(*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#kekompakan warga #apresiasi #gotong royong warga #berjaga malam #pemprov jawa timur