BLITAR – Kondisi jalan di pintu masuk wilayah barat Kabupaten Blitar memprihatinkan. Pengguna jalan yang melintas di Kecamatan Sanankulon, tepat setelah gapura selamat datang Kabupaten Blitar, disambut deretan jalan berlubang yang membahayakan pengendara, terutama pada malam hari dan musim hujan.
Berdasarkan pantauan tim Radar Blitar, kerusakan jalan di kawasan tersebut cukup banyak. Setidaknya terdapat 14 titik lubang dengan ukuran bervariasi. Kondisi permukaan jalan juga tidak rata. Sebagian merupakan bekas tambalan yang kembali mengelupas, sementara sebagian lain membentuk lubang dalam yang sulit dihindari oleh pengendara.
Salah satu pengguna jalan, Ahmad Sodiq, mengaku harus ekstra hati-hati setiap kali melintasi ruas tersebut, terutama pada malam hari. Jika malam agak bahaya, soalnya penerangan di sekitar lokasi kurang dan terkadang lubangnya tidak kelihatan.
Risiko kecelakaan meningkat ketika pengendara berada di belakang kendaraan besar seperti truk. “Kalau di belakang truk itu malah lebih berisiko, karena lubangnya tidak terlihat. Biasanya baru terasa waktu roda depan masuk ke lubang,” tambahnya.
Kondisi semakin berbahaya saat musim hujan. Genangan air sering menutupi lubang di jalan membuat pengendara tak bisa memperkirakan kedalaman lubang yang akan dilalui. Jika sudah hujan, airnya menutupi lubang, jadi pengendara sering kaget karena tidak tahu ada lubang.
Selain mengganggu kenyamanan berkendara, kerusakan jalan ini juga dikhawatirkan dapat menghambat arus lalu lintas menuju pusat Kota Blitar, terutama bagi kendaraan berat yang rutin melintas.
Pengendara berharap pemerintah segera melakukan perbaikan permanen agar ruas jalan ini kembali layak digunakan dan aman bagi pengguna jalan. “Ini kan jalur utama pintu masuk Kabupaten Blitar dari arah barat, mestinya bisa jadi cerminan kondisi jalan kita. Semoga segera diperbaiki,” tutup Sodiq. (kho/c1/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah