BLITAR-Kabar gembira datang bagi para penerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). Berdasarkan hasil cek saldo PKH BPNT tahap 4, penyaluran bantuan mulai cair pada Senin pagi, 10 November 2025. Sejumlah keluarga penerima manfaat (KPM) dari berbagai daerah sudah melaporkan adanya saldo yang masuk ke kartu Keluarga Sejahtera (KKS) mereka melalui bank penyalur.
Penyaluran kali ini menjadi momen yang dinanti banyak warga, terutama menjelang akhir tahun. Berdasarkan informasi yang beredar dari kanal YouTube pemerhati bantuan sosial, saldo PKH dan BPNT tahap 4 sudah mulai cair di beberapa daerah dan bank tertentu, terutama di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Hasil cek saldo PKH BPNT tahap 4 menunjukkan bahwa pencairan telah dimulai di sejumlah daerah, antara lain Bandung, Cimahi, Cirebon, Bekasi, Banjar, Malang, Semarang, dan Surabaya.
Untuk wilayah Bandung, Jawa Barat, penerima PKH melalui KKS Bank BNI sudah mendapatkan bantuan sebesar Rp500.000. Di Cimahi, penyaluran juga berlangsung dengan nominal yang sama. Sementara itu, di Cirebon, bantuan yang cair mencapai Rp600.000.
Kabar baik juga datang dari Bekasi dan Banjar, di mana bantuan PKH dan BPNT tahap 4 dari Bank BNI sudah mulai masuk ke rekening penerima. Adapun di wilayah Malang, Jawa Timur, pencairan cukup besar, yakni Rp2.000.000 melalui BNI.
“Alhamdulillah, saldo sudah masuk di kartu KKS merah-putih. Banyak yang cair hari ini, terutama untuk KKS BNI,” ujar narator dalam video tersebut. Ia juga menyebut bahwa warga Semarang, Jawa Tengah, dan Surabaya, Jawa Timur, turut menerima pencairan dengan nominal bervariasi, antara Rp975.000 hingga Rp1.200.000.
Dalam hasil cek saldo PKH BPNT tahap 4 kali ini, Bank BNI menjadi lembaga penyalur utama yang paling banyak mencairkan dana bansos ke rekening penerima. Hampir seluruh wilayah yang dilaporkan menerima pencairan menggunakan KKS BNI.
Selain itu, Bank BRI juga turut menyalurkan bantuan di sejumlah daerah. Salah satunya di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, di mana KPM dilaporkan telah menerima dana sebesar Rp1.125.000.
Kabar ini menjadi angin segar bagi masyarakat penerima bantuan yang selama beberapa minggu terakhir menunggu kepastian jadwal pencairan. Penyaluran bantuan tahap 4 sendiri merupakan bagian dari program reguler pemerintah yang disalurkan secara bertahap hingga akhir tahun.
Meski banyak daerah sudah menerima, pemerintah menegaskan bahwa pencairan PKH BPNT tahap 4 dilakukan tidak serentak, melainkan bertahap. Oleh karena itu, warga yang belum mendapatkan saldo di KKS diminta bersabar dan rutin melakukan pengecekan melalui mesin ATM, e-warong, atau agen bank resmi.
“Bagi yang belum cair, jangan khawatir. Pencairan dilakukan bertahap. Tunggu saja jadwal berikutnya,” ujar narator dalam video itu. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tetap berhati-hati terhadap informasi palsu dan hanya mengikuti update resmi dari Kementerian Sosial atau bank penyalur masing-masing.
Untuk memastikan apakah bantuan sudah cair, KPM dapat melakukan cek saldo KKS PKH BPNT tahap 4 melalui beberapa cara. Pertama, lewat mesin ATM Bank BNI atau BRI dengan menggunakan kartu KKS. Kedua, melalui agen bank atau e-warong yang bekerja sama dengan pemerintah. Ketiga, dengan datang langsung ke kantor desa atau kelurahan untuk menanyakan daftar penerima yang sudah cair.
Pastikan juga data KKS masih aktif dan tidak bermasalah agar penyaluran berjalan lancar. Apabila belum menerima bantuan, warga bisa menunggu giliran pencairan tahap berikutnya karena distribusi dilakukan bergelombang sesuai wilayah.
Program PKH dan BPNT akan terus dilanjutkan hingga akhir tahun 2025 sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menekan angka kemiskinan dan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok.
Kementerian Sosial juga terus memperbarui data penerima agar bantuan tepat sasaran. Dengan cairnya PKH BPNT tahap 4, diharapkan masyarakat penerima manfaat dapat menggunakan bantuan tersebut secara bijak untuk kebutuhan keluarga.
“Selamat bagi yang sudah cair. Bagi yang belum, tetap bersabar, karena semua akan mendapatkan haknya sesuai jadwal,” tutup narator video.
Editor : Anggi Septiani