Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Ratusan Warga di Kabupaten Blitar Terserang Chikungunya, Dinkes Ungkap Penyebabnya

Fajar Rahmad Ali Wardana • Selasa, 11 November 2025 | 21:21 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi
 

BLITAR KAWENTAR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar mencatat sebanyak 188 warga terjangkit penyakit chikungunya sepanjang Januari hingga akhir Oktober 2025.

Kasus terbanyak terjadi di Kecamatan Wlingi dengan total 70 penderita.

Hal ini perlu diwaspadai, mengingat saat ini memasuk musim penghujan.

Subkoordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Blitar, Eko Wahyudi mengatakan, sebagian besar penderita merupakan orang dewasa dengan gejala nyeri sendi hebat, demam tinggi, dan sakit kepala. Tentu harus diantisipasi, karena penyakit ini berbahaya bagi semua umur.

“Chikungunya disebabkan oleh virus Chikungunya (CHIKV) yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Karena itu, kami mengimbau masyarakat agar rajin melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN),” ujarnya.

Eko melanjutkan, memasuki musim penghujan, potensi genangan air meningkat sehingga menjadi tempat ideal bagi jentik nyamuk berkembang biak.

Menurutnya, PSN menjadi langkah paling efektif dalam mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan nyamuk tersebut.

Maka dari itu, ke depan masyarakat didorong rajin membersihkan tempat penampungan air, menutup wadah, serta mengurasnya secara rutin sangat penting.

“Dengan begitu, perkembangbiakan nyamuk bisa dicegah,” jelasnya.

Eko menyebut, hingga saat ini tidak ada korban meninggal dunia akibat chikungunya tahun ini.

Seluruh pasien yang terdeteksi langsung mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit.

Meskipun begitu, harus dilakukan antisipasi dini untuk menekan angka kasus penyakit ini. Sebagai pembanding, pada 2024 lalu tercatat 299 kasus chikungunya di Kabupaten Blitar.

Meski jumlah kasus tahun ini menurun, dinkes tetap meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat intensitas hujan mulai tinggi.

“Kami berharap masyarakat tidak lengah. Musim hujan seringkali memicu lonjakan kasus penyakit yang dibawa nyamuk, termasuk chikungunya dan demam berdarah. Pencegahan harus dimulai dari lingkungan rumah masing-masing,” pungkasnya. (jar/ynu)

Editor : M. Subchan Abdullah
#serangan #warga #Terjangkit #Kabupaten Blitar #kasus #Chikungunya #dinkes kabupaten blitar