BLITAR - Progres pembangunan laboratorium kesehatan daerah (labkesda) yang berada di Kelurahan Kembangarum, Kecamatan Sutojayan, mencapai 65 persen dan ditargetkan selesai Desember. Labkesda ini dibangun menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 13 miliar lebih.
Gedung fasilitas kesehatan ini berada satu lokasi dengan Puskesmas Sutojayan. Gedung labkesda dibangun dua lantai dan kini dikebut agar bisa digunakan pada akhir tahun. Sebab, labkesda yang ada sebelumnya hanya berukuran kecil yang perlu dilakukan pembaharuan.
Wakil Bupati Blitar, Beky Herdihansah mengatakan, pembangunan gedung labkesda menunjukkan progres positif. Hingga awal November ini, pekerjaan fisik sudah mencapai sekitar 60–65 persen. Ia menargetkan, proyek itu dapat rampung pada 15 Desember mendatang, sehingga fasilitas tersebut bisa segera difungsikan.
“Alhamdulillah, progresnya cukup bagus. Pekerjaannya sudah sekitar 65 persen dan ditargetkan selesai pada 15 Desember nanti. Kami akan terus kawal agar proses pembangunan berjalan lancar tanpa kendala,” ujarnya di sela sidak.
Menurut Beky, kualitas bangunan labkesda juga sudah memenuhi standar nasional Indonesia (SNI). Dia menegaskan, seluruh proyek pembangunan di Kabupaten Blitar wajib mengikuti standar tersebut agar hasilnya berkualitas dan berdaya tahan lama. Saat Beky melakukan monitoring pada minggu lalu, belasan pekerja proyek sibuk mengerjakan tugasnya.
Karena waktu mereka tinggal sebulan lagi, untuk menyelesaikan proyek fasilitas kesehatan ini. “Bangunannya sudah sesuai SNI dan kami berharap semua proyek pembangunan di Kabupaten Blitar ke depan juga memenuhi standar yang sama. Nantinya lebih berkualitas dan bisa aman untuk dimanfaatkan oleh masyarakat,” tegasnya.
Beky menambahkan, keberadaan labkesda akan memperkuat dukungan terhadap program Satu Pintu Pengawasan Gizi (SPPG) dan program nasional seperti Makanan Bergizi Gratis (MBG). Labkesda nantinya berperan penting dalam menjaga kualitas pangan dan memastikan higienitas produk makanan yang beredar di masyarakat.
Wabup Blitar menyebut, labkesda ini juga akan menunjang pengawasan makanan dan gizi agar tidak ada lagi kasus keracunan. Sebab, sebelumnya pernah ada kasus keracunan yang ada di Kabupaten Blitar, namun beberapa sampel harus di bawa ke Surabaya. Hal ini juga sejalan dengan arahan program presiden terkait keamanan pangan.
Beky berharap, pembangunan labkesda dapat selesai sesuai target dan segera dimanfaatkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat Kabupaten Blitar. “Semoga lancar sampai selesai dan bisa segera digunakan untuk mendukung pelayanan kesehatan yang lebih baik,” pungkasnya. (jar/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah