BLITAR – Kegiatan wisata berbasis event di Kabupaten Blitar terus menunjukkan geliat positif sepanjang 2024. Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Blitar, total kunjungan wisata dari berbagai agenda unggulan mencapai 206.570 wisatawan. Angka tersebut dihimpun dari serangkaian event yang digelar mulai Global Youth Summit di Kampung Coklat hingga BI Syariah di penghujung tahun.
Kepala Disbudpar Kabupaten Blitar, Eko Susanto mengatakan, capaian tersebut menegaskan pentingnya kegiatan berbasis budaya, religi, dan kreatif dalam menarik wisatawan. Beberapa kegiatan dengan jumlah kunjungan tertinggi, antara lain Harlah Sabilu Taubah yang tembus hingga 60.000 pengunjung.
Lalu disusul oleh Jamasan Gong Kyai Pradah di Kelurahan Kalipang, Kecamatan Sutojayan, yang mencatat 55.000 pengunjung. “Dari sekian banyak event, kegiatan bernuansa budaya dan keagamaan masih menjadi magnet utama bagi pengunjung,” ujarnya.
Selanjutnya, puncak Hari Jadi Blitar (HJB) ke-701 di Alon-Alon Kanigoro dengan 13.500 pengunjung dan Kirab Tumpeng Ageng Nusantara yang dihadiri 5.600 wisatawan. Event lainnya, seperti Kirab Ketupat Coklat, Festival Kresnayana, Manten Kopi, Trisula Festival, dan Serang Culture Festival juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal.
“Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini menandakan bahwa wisata berbasis kearifan lokal masih memiliki tempat istimewa di hati pengunjung,” tambah Eko.
Disbudpar berkomitmen untuk terus memperkuat penyelenggaraan event agar berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat. Melalui kolaborasi dengan komunitas seni, pelaku UMKM, dan pengelola destinasi, kegiatan wisata diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ruang penggerak ekonomi kreatif daerah.
“Kami terus berupaya agar kegiatan wisata menjadi berkelanjutan dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar lokasi event,” pungkasnya.
Dengan capaian 206 ribu kunjungan wisata sepanjang 2024, sektor pariwisata Kabupaten Blitar menunjukkan arah perkembangan positif. Pemerintah daerah optimistis tren ini akan terus meningkat pada 2025 melalui sinergi antara kegiatan budaya, religi, dan kreatif di berbagai wilayah. (kho/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah