BLITAR - Peringatan Hari Wayang Nasional dan Hari Wayang Dunia ke-XI di Kota Blitar yang semula dijadwalkan digelar pada 15 November 2025 harus diundur.
Pemerintah Kota Blitar memutuskan penundaan tersebut karena pada waktu bersamaan sejumlah pejabat eselon II dan III tengah mengikuti asesmen di Surabaya.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Blitar, Rike Rochmawati, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan dijadwalkan ulang menjadi 20 November 2025 dan tetap digelar di Amphitheater Perpustakaan Nasional Bung Karno.
Menurut dia, perubahan jadwal dilakukan agar seluruh unsur pemerintah daerah dapat hadir dan terlibat aktif dalam peringatan kebudayaan itu.
“Awalnya dijadwalkan tanggal 15, tapi bertepatan dengan asesmen pejabat di Surabaya, jadi kami undur ke 20 November,” kata Rike.
Meski bergeser, Rike memastikan konsep acara tetap sama. Disbudpar Kota Blitar tetap melibatkan berbagai pihak lintas instansi, mulai dari bakesbangpol yang berperan melalui Kampung Pancasila, UPT Perpustakaan Bung Karno dengan kegiatan literasi budaya, hingga Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sragen yang turut menampilkan kesenian tradisional.
Tahun ini, peringatan Hari Wayang akan menampilkan dua jenis pertunjukan: wayang kulit dan wayang orang. Acara mengusung tema “Sang Dalang Mawayang” dengan lakon “Punokawan Kembar”. Rike menjelaskan, konsep tersebut menjadi upaya melestarikan seni tradisi yang dikemas dengan sentuhan kreatif agar lebih dekat dengan generasi muda.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin melahirkan inovasi baru dalam pelestarian seni wayang dan memberi ruang bagi pedalang muda untuk tampil,” ujarnya. (mg2/c1/ady) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah