Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Asah Berpikir Kritis, Dinperpusip Kota Blitar Dorong Anak Terampil Bercerita

M. Subchan Abdullah • Kamis, 13 November 2025 | 19:30 WIB
Asah Berpikir Kritis, Dinperpusip Kota Blitar Dorong Anak Terampil Bercerita
Asah Berpikir Kritis, Dinperpusip Kota Blitar Dorong Anak Terampil Bercerita

BLITAR - Upaya menumbuhkan budaya literasi pada anak-anak di era serbateknologi saat ini penuh tantangan. Pasalnya, anak-anak kini dimudahkan dengan digitalisasi sehingga kedekatan dengan buku fisik berkurang.

Literasi tak hanya dilakukan lewat kegiatan membaca buku, tetapi juga keterampilan bercerita sebagai bagian dari penguatan kemampuan literasi dasar.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinperpusip) Kota Blitar, Yudha Budiono mengatakan, kemampuan bercerita merupakan bagian penting dari literasi. Karena tidak hanya menumbuhkan minat baca, tetapi juga melatih anak memahami isi bacaan dan menyampaikan kembali dengan bahasa mereka sendiri.

“Bercerita adalah bentuk lanjutan dari membaca. Setelah anak membaca, mereka diajak untuk menceritakan kembali apa yang mereka pahami dari buku tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan bercerita memiliki banyak manfaat bagi perkembangan anak. Selain melatih daya pikir kritis, kegiatan ini juga dapat mengasah kreativitas dan kepercayaan diri. “Lewat bercerita, anak-anak belajar memahami substansi dari isi buku, berpikir kritis, sekaligus menumbuhkan keberanian untuk tampil di depan publik,” jelasnya.

Dinperpusip, lanjut Yudha, terus mengembangkan berbagai kegiatan yang mendorong anak-anak berani bercerita di depan umum. Salah satunya melalui lomba bercerita anak yang rutin digelar setiap tahun.

Melalui kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya dilatih membaca, tetapi juga dilatih mengekspresikan diri dan menyampaikan pesan positif kepada orang lain.

“Dengan keberanian tampil, kami berharap akan lahir anak-anak yang percaya diri dan berpotensi menjadi calon pemimpin masa depan. Minimal pemimpin di lingkup kecil seperti ketua OSIS atau komunitasnya,” tambahnya.

Untuk mengoptimalkan program ini, dinperpusip menggandeng Bunda Literasi sebagai figur motivator yang dekat dengan anak-anak. Bunda Literasi berperan memberikan dorongan moral dan inspirasi agar anak-anak semakin gemar membaca dan bercerita.

“Semoga budaya membaca dan bercerita bisa tumbuh beriringan. Karena dari sinilah benih kecerdasan, kreativitas, dan kepemimpinan masa depan bisa tumbuh,” tutup Yudha.(*/c1/sub) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#Bercerita #literasi #budaya literasi #kemampuan literasi dasar #anak-anak #serbateknologi