Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Lewat Medsos Bhabin Gendut, Bhabinkamtibmas Desa Sanankulon Blitar Terima Curhat Berbagai Permasalahan Warga

Rahma Nur Anisa • Kamis, 13 November 2025 | 20:00 WIB

 

SRAWUNG: Om Boy ketika mendengarkan keluh kesah petani Desa Sanankulon beberapa waktu lalu.
SRAWUNG: Om Boy ketika mendengarkan keluh kesah petani Desa Sanankulon beberapa waktu lalu.

BLITAR - Mengabdi selama 21 tahun di Manokwari, Papua Barat, membuat Boy Elang Asmara kenyang pengalaman. Sejak Agustus 2025, dia dipindahtugaskan sebagai Bhabinkamtibmas Desa Sanankulon. Berbekal media sosial dengan akun "Bhabin Gendut", dia menciptakan program "Belanja Masalah" yang mempertemukannya langsung dengan petani hingga korban perundungan.

Sesekali, polisi yang akrab disapa Om Boy ini blusukan ke sawah untuk mendengarkan keluhan seputar kesulitan air irigasi dan regulasi pupuk bersubsidi yang berbelit dari petani.

Lebih dari sekadar penegak hukum, dia menjelma menjadi wadah curhat masyarakat untuk berbagai persoalan mulai dari konflik tetangga, masalah pendidikan anak, hingga kasus bullying, sambil terus mengkampanyekan nilai kearifan lokal.

Warga Kelurahan Pakunden ini memulai kariernya di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, selama 21 tahun. Sejak ditugaskan sebagai Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Sanankulon pada Agustus 2025, Om Boy membawa metode kerja yang berbeda dari kebanyakan rekannya.

"Bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Desa Sanankulon sejak bulan Agustus 2025 merupakan tantangan tersendiri, karena terlebih dahulu adaptasi dengan bahasa, karakter masyarakat, dan budaya yang tentunya berbeda," ungkap Boy, yang juga menjabat sebagai anggota penjagaan Polsek Sanankulon.

Untuk mempercepat proses perkenalan dengan warga, Om Boy mengambil langkah dengan memanfaatkan platform media sosial. Dia membuat akun dengan nama "Bhabin Gendut", sebuah branding personal yang mengundang kedekatan dengan masyarakat.

Strategi pemasaran digital ini terbukti efektif memangkas jarak antara aparat dan warga. Melalui konten-konten keseharian yang diunggah, masyarakat Sanankulon yang semula belum mengenal sosok bhabinkamtibmas baru ini perlahan mulai familier. Inovasi utama Om Boy adalah program yang diberi nama "Belanja Masalah".

"Demi mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan, maka saya membuat inovasi tugas dengan tajuk 'Belanja Masalah'. Di sini, bhabinkamtibmas bertemu langsung dengan petani dan mendengarkan langsung keluhan mereka," jelas Om Boy.

"Tantangan dari program ‘Belanja Masalah’ adalah keluhan petani sering kali hanya menjadi obrolan sesama petani, karena mereka tidak tahu harus mengadukan permasalahan mereka kepada siapa," kata pria 42 tahun ini.

Menghadapi keterbatasan kewenangan sebagai anggota kepolisian tingkat desa, Boy membangun jaringan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. "Tapi saya terus semangat bersama kapoktan (kepala kelompok tani), HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia), dan petani untuk bahu-membahu mencari jalan keluar bersama," jelasnya.

Ruang lingkup tugas Om Boy tidak terbatas pada sektor pertanian. Sebagai bhabinkamtibmas, dia juga bertugas sebagai mediator berbagai konflik sosial di tingkat desa. Spektrum masalah yang ditangani mencakup sengketa utang-piutang antartetangga, kasus anak putus sekolah, hingga pengaduan orang tua terkait perundungan (bullying) terhadap anak mereka.

Om Boy juga mengedepankan aspek kultural dalam strategi pengabdiannya. Dia secara konsisten mengkampanyekan falsafah Jawa "wong jowo ojo lali jowone”. "Harapan saya terhadap masyarakat Blitar, ayo bareng-bareng jaga kedamaian Blitar. Bergotong royong dalam kebaikan," pungkasnya.(*/c1/sub) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#papua barat #petani #korban perundungan #Boy Elang Asmara #Bhabinkamtibmas Desa Sanankulon