Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Dua Jenis Pupuk Bersubsidi ini Paling Banyak Diserap Petani di Blitar, Segini Kebutuhannya

Akhmad Nur Khoiri • Kamis, 13 November 2025 | 17:38 WIB
‎SUBUR: Salah satu petani di Kabupaten Blitar sedang menebar pupuk pada tanaman miliknya.
‎SUBUR: Salah satu petani di Kabupaten Blitar sedang menebar pupuk pada tanaman miliknya.

BLITAR – Penyerapan pupuk bersubsidi di Kabupaten Blitar hingga Oktober 2025 menunjukkan capaian yang cukup tinggi. Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar, jumlah pupuk bersubsidi yang telah terserap mencapai lebih dari 70 persen dari total alokasi tahun ini.

‎Kabid Sarana Tanaman Pangan dan Hortikultura (STPH) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar, Siswoyo Adi Prasetyo mengungkapkan, hingga Oktober, pupuk jenis urea yang terserap mencapai 27.024,961 ton, sedangkan pupuk NPK mencapai 29.000,916 ton. “Kalau terkait serapan, semua jenis pupuk terserap, tetapi urea dan NPK yang paling signifikan,” ujarnya.

‎Adapun target penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Blitar tahun 2025 tercatat 37.051 ton untuk urea dan 35.196 ton untuk NPK. Dengan capaian tersebut, tingkat realisasi penyerapan pupuk hingga saat ini telah melampaui 70 persen dari total alokasi.

Penyaluran pupuk bersubsidi dilakukan secara resmi melalui kios pupuk bersubsidi dan mekanisme PPTS (penerima pupuk pada titik serah) yang telah ditetapkan pemerintah. “Penyaluran dilakukan melalui kios resmi pupuk bersubsidi atau PPTS. Itu ditentukan berdasarkan jumlah alokasi untuk setiap kecamatan,” terangnya.

‎Dia juga telah melakukan langkah penyesuaian berupa realokasi sebanyak lima kali sepanjang 2025 untuk memastikan pemerataan distribusi pupuk di seluruh wilayah.

“Realokasi dilakukan, terutama untuk kecamatan yang penyerapan pupuknya di atas 70 persen, agar tidak terjadi kelebihan atau kekurangan alokasi di wilayah lain,” tambahnya.

‎Menurutnya, upaya realokasi ini penting untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan pupuk di lapangan sehingga petani tetap dapat menjalankan aktivitas tanam tanpa hambatan.

Dia memastikan bahwa hingga saat ini penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Blitar berjalan lancar dan sesuai dengan kebutuhan petani di berbagai kecamatan.

“Kami terus memantau penyaluran agar sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan. Harapannya, serapan pupuk hingga akhir tahun bisa mencapai 100 persen,” pungkas Siswoyo. (kho/c1/ynu) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#70 persen #Kabupaten Blitar #Siswoyo Adi Prasetyo #pupuk bersubsidi #Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian