BLITAR – Warga Desa Candirejo, Kecamatan Ponggok, menumpahkan kekesalan mereka terhadap kondisi jalan yang rusak parah dengan cara memasang spanduk berisi sindiran. Aksi tersebut dilakukan di ruas jalan penghubung antara Desa Candirejo dengan Desa Sidorejo. Tepatnya di sebelah barat Balai Desa Candirejo hingga simpang empat utama.
Dari pantauan di lapangan, kondisi jalan di lokasi tersebut sudah memprihatinkan. Struktur batuan aspal terlihat jelas di permukaan, menandakan kerusakan yang telah berlangsung lama.
Tak hanya berlubang, jalan itu juga menimbulkan debu tebal saat cuaca panas dan berubah menjadi aliran lumpur saat hujan turun. Dalam spanduk yang mereka pasang bertuliskan “Iki dalan opo kali” dan “Welcome dalan bosok", yang menunjukkan warga sudah muak dengan kondisi jalan yang rusak.
Jalan tersebut diketahui menjadi jalur utama bagi truk pengangkut hasil galian C. Pengendara juga harus berhati-hati jika berkendara di belakang truk tersebut, karena besar kemungkinan lubang tidak terlihat dan dapat membahayakan pengendara.
Kepala Desa Candirejo, Suparman, membenarkan adanya aksi protes warga melalui pemasangan spanduk tersebut. Memang benar warga memasang spanduk sebagai bentuk protes dan ini baru pertama kalinya dilakukan. Merespons hal tersebut, dia mengakui sudah sewajarnya jika masyarakat melakukan protes terkait kondisi jalan tersebut. "Ini memang bentuk aspirasi dari masyarakat, jadi memang harus kami tampung," sambungnya.
Suparman menegaskan, pihak pemerintah desa tidak tinggal diam. Dia telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar untuk mengusulkan perbaikan jalan tersebut. “Kami sudah berkoordinasi dan mengajukan usulan perbaikan. Mudah-mudahan segera mendapat perhatian,” terangnya.
Dia juga menjelaskan, pembangunan infrastruktur di wilayah Desa Candirejo dilakukan secara bertahap, mengingat cakupan desa yang cukup luas. “Setiap tahun selalu ada pembangunan, tapi karena wilayah kami besar, perbaikannya dilakukan bertahap,” katanya.
Sebagai langkah sementara untuk mengurangi risiko kecelakaan, warga bersama komunitas setempat menutup sebagian lubang dengan tanah menggunakan dana swadaya. “Selama ini, kami tutup lubang jalan pakai tanah dari dana komunitas agar pengendara tidak celaka,” pungkas Suparman. (kho/c1/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah