Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Cerita Mengharukan Gus Iqdam di Taiwan: Disambut Ribuan Jamaah, Tersentuh Semangat WNI di Negeri Orang

Vicky Hernanda • Jumat, 14 November 2025 | 03:00 WIB
Gus iqdam pengajian di taiwan
Gus iqdam pengajian di taiwan

BLITAR KAWENTAR – Ceramah Gus Iqdam Taiwan menjadi kisah yang tak hanya penuh makna spiritual, tapi juga menggugah rasa nasionalisme dan empati terhadap para pekerja migran Indonesia di luar negeri. Dalam kisahnya sepulang dari Taiwan, pengasuh Majelis Ta’lim Sabilu Taubah itu menceritakan pengalaman luar biasa saat disambut ribuan jamaah di negeri yang jauh dari tanah air.

“Biasanya rutinan di sini sekitar 45 ribu orang. Tapi di Taiwan itu luar biasa, jamaahnya nggak kalah banyak,” ujar Gus Iqdam membuka ceritanya dalam sebuah pengajian di Blitar. Ia mengaku tak menyangka antusiasme masyarakat Indonesia di Taiwan begitu tinggi, bahkan aparat kepolisian setempat ikut membantu pengamanan kegiatan tersebut.

Perjalanan Penuh Ujian Menuju Taiwan

Sebelum berangkat, kondisi kesehatan Gus Iqdam sempat menurun. “Tubuh saya sudah terasa lemas, mulut pahit, tapi kalau tidak berangkat, saya kasihan dengan jamaah di sana yang sudah menunggu,” tuturnya. Demi menjaga stamina, ia bahkan harus diinfus vitamin satu hari sebelum keberangkatan.

Kisah perjalanan Gus Iqdam ke Taiwan tidak berjalan mulus. Saat di Bandara Juanda, ia sempat menghadapi kendala administrasi di imigrasi. “Petugas sempat menahan kami karena dianggap kunjungan kerja. Saya sampai bingung menjelaskan maksud perjalanan,” ujarnya. Namun, berkat komunikasi yang baik dan bantuan teman-teman di bandara, akhirnya rombongan bisa berangkat tepat waktu.

Setibanya di Taiwan, ia justru merasakan keramahan luar biasa dari petugas imigrasi setempat. “Saya sangat mengapresiasi imigrasi Taiwan, mereka melayani dengan sabar dan membantu kami dengan sopan. Bahkan ketika kami kebingungan, diarahkan dengan baik,” ungkapnya.

Kisah Inspiratif Jamaah di Negeri Rantau

Di sana, Gus Iqdam menyaksikan perjuangan para tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja keras mencari nafkah. “Banyak di antara mereka yang sudah puluhan tahun di Taiwan. Makanan halal susah, tapi semangat mereka ngaji dan ibadah itu luar biasa,” katanya terharu.

Ia bahkan bertemu seorang jamaah lansia berusia 70 tahun yang masih semangat hadir meski menderita stroke. “Beliau bilang ingin sekali bertemu guru saya. Saya langsung terharu, sampai nangis. Ini bukti kecintaan mereka pada agama dan tanah air,” tuturnya.

Menurut Gus Iqdam, semangat jamaah Indonesia di Taiwan menjadi tamparan bagi umat di tanah air. “Kita yang dekat dengan para ulama sering justru malas sowan atau ngaji. Padahal di sana, mereka yang jauh dari pondok dan kyai justru haus ilmu dan semangat mengaji luar biasa,” katanya.

Ribuan Jamaah Hadir di Pengajian Akbar

Puncak kunjungan Gus Iqdam di Taiwan terjadi saat acara pengajian akbar yang dihadiri lebih dari 20 ribu orang. Data dari kepolisian Taiwan bahkan mencatat kehadiran mencapai dua kali lipat kapasitas lokasi. “Itu seperti alun-alun kota diisi penuh jamaah. Ada 120 bus dan kereta cepat yang datang dari berbagai daerah di Taiwan,” jelasnya.

Yang membuat Gus Iqdam terharu, banyak jamaah yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia — mulai dari Lampung, Cilacap, Ponorogo, hingga Lombok — rela menempuh perjalanan jauh demi bisa ikut pengajian. “Saya merasa seperti di Blitar sendiri. Rasanya seperti pulang kampung di tanah orang,” ujarnya.

WNI dan Dakwah di Negeri Taiwan

Selain mengisi ceramah, Gus Iqdam juga mendapatkan laporan menggembirakan dari komunitas Nahdlatul Ulama (NU) di Taiwan. Tahun ini, tercatat ada 160 orang mualaf baru, dan delapan di antaranya bahkan bersyahadat langsung dalam acara pengajian tersebut. “Masya Allah, perjuangan mereka luar biasa. Tidak hanya bekerja mencari nafkah, tapi juga ikut menebarkan Islam,” ucapnya penuh syukur.

Di akhir ceramahnya, Gus Iqdam berpesan kepada seluruh jamaah agar saling menolong, terutama kepada sesama warga Indonesia di luar negeri. “Kalau ada orang bingung urus surat atau izin, jangan dipersulit. Bantulah dengan baik. Ketika kita memudahkan urusan orang lain, Allah akan memudahkan hidup kita,” pesannya.

  1. Dengan penuh rasa syukur, Gus Iqdam menutup kisahnya tentang perjalanan spiritual dan kemanusiaan di Taiwan. “Saya melihat sendiri, Islam dan Indonesia begitu harum di mata dunia, berkat akhlak baik para perantau kita di Taiwan,” pungkasnya. (*)
Editor : Rahma Nur Anisa
#gus iqdam #Gus iqdam ke taiwan #dekengane pusat #taiwan #gus iqdam blitar