BLITAR – Dalam rangka memperingati Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang pertama, Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Blitar menggelar kegiatan sosial berupa donor darah dan pemeriksaan kesehatan, Kamis (13/11/2025). Kegiatan ini menjadi yang pertama usai adanya Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Kepala Kantor Imigrasi Blitar, Aditya Nursanto mengatakan, tahun ini menjadi momen bersejarah karena menandai satu tahun berdirinya Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan setelah resmi berpisah dari Kementerian Hukum dan HAM. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari arahan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang digelar serentak secara nasional.
“Tahun ini adalah masa transisi, karena Kementerian Hukum dan HAM kini terbagi menjadi empat kementerian, salah satunya Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Nah, 19 November ini menjadi peringatan satu tahun Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ujarnya yang ditemui usai acara.
Aditya melanjutkan, dalam rangka memperingati momentum Hari Bakti Imigrsi dan Pemasyarakatan ini, Kantor Imigrasi Blitar menggelar berbagai kegiatan sosial mulai dari donor darah, cek kesehatan dan mata gratis, hingga kunjungan ke yayasan yatim piatu yang dijadwalkan berlangsung hari ini.
Menurut data panitia, kegiatan donor darah diikuti sekitar 25 peserta, terdiri atas pegawai kantor imigrasi dan masyarakat umum, termasuk para pemohon layanan keimigrasian. Pihaknya membuka kegiatan ini sejak pukul 08.00 untuk pegawai, kemudian pukul 10.00 hingga 11.00 untuk masyarakat dan pemohon paspor.
“Kegiatan ini kami laksanakan serempak sesuai arahan pusat. Setelah donor darah dan cek kesehatan, kami juga akan melakukan bakti sosial ke salah satu yayasan anak yatim di Blitar,” ungkapnya.
Selain kegiatan di daerah, pihaknya juga mendukung program pusat seperti Festival Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang digelar di Jakarta. Aditya berharap peringatan ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga memperkuat semangat pelayanan publik yang humanis.
Dia menambahkan, semangat kegiatan ini sejalan dengan Asta Cita Presiden dan 13 program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang menekankan pentingnya pelayanan publik yang inklusif, cepat, dan berorientasi pada masyarakat.
“Pihaknya ingin agar pelayanan keimigrasian di Blitar bisa lebih berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat, sehingga tidak hanya sebatas tugas administratif, tetapi juga melalui kegiatan sosial. Kami akan terus berupaya agar keberadaan imigrasi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya. (jar/c1/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah