BLITAR – Kabar duka menyelimuti jajaran Pemerintah Kabupaten Blitar. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Blitar, Krisna Triatmanto, berpulang setelah berjuang melawan penyakit jantung yang dideritanya. Almarhum tutup usia pada usia 59 tahun.
Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, Khusna Lindarti, mengaku sangat kehilangan sosok almarhum yang dikenal berdedikasi tinggi dan memiliki semangat kerja luar biasa. Dia berpulang sebulan menjelang ulang tahunnya yang ke-60 pada 4 Desember mendatang.
“Beliau beberapa waktu terakhir ini rutin kontrol ke rumah sakit setiap bulan karena sakit jantungnya. Tapi tetap aktif bekerja. Kalaupun izin, biasanya hanya satu hari karena kelelahan setelah perjalanan dinas,” tuturnya, Kamis (13/11/2025).
Khusna melanjutkan, sebelum kabar duka datang, almarhum masih menghadiri sejumlah rapat penting di awal November. Seprti pada Senin (3/11/2025), Khusna masih rapat bersama dengan almarhum. Beliau tampak sehat, aktif memberi masukan, namun esoknya izin cuti karena ingin memeriksakan kesehatan.
Namun beberapa hari kemudian, kondisi almarhum menurun dan sempat direncanakan menjalani operasi jantung, tetapi tubuhnya belum cukup kuat. “Senin malam itu saya dengar kabar beliau melemah. Saya sempat menghubungi direktur rumah sakit agar menjemput beliau. Tapi takdir berkata lain,” ungkap Khusna dengan nada haru.
Menurutnya, selama menjabat, Krisna Triatmanto dikenal sebagai pejabat yang teliti, menguasai substansi kerja, serta kaya akan ide-ide kreatif. Banyak gagasan inovatif yang disumbangkan, terutama saat bertugas di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Bappeda Kabupaten Blitar.
Sebelum menjabat sebagai asisten perekonomian dan pembangunan, almarhum sempat menduduki sejumlah posisi strategis di Pemkab Blitar, antara lain di bappeda, dinas lingkungan hidup, dinas perindustrian dan perdagangan, serta dinas perpustakaan dan kearsipan.
Bagi rekan-rekannya di lingkungan Pemkab Blitar, sosok Krisna dikenal ramah dan bersahaja. Di luar kantor, almarhum juga memiliki hobi bersepeda dan kerap mengikuti kegiatan gowes bersama rekan kerja. “Beliau penggemar sepeda, sering ikut kegiatan bareng kami dulu.
Orangnya hangat dan mudah diajak diskusi. Kami semua sangat kehilangan. Pengalaman dan dedikasi beliau menjadi inspirasi bagi kami yang masih bertugas,” pungkasnya. (jar/c1/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah