Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Jalur Alternatif Blitar-Kediri di Desa Candirejo Rusak Parah, Giliran Pengendara Luapkan Amarah

Akhmad Nur Khoiri • Sabtu, 15 November 2025 | 22:40 WIB

RUSAK: Kondisi jalur alternatif Blitar-Kediri di Desa Candirejo diwarnai oleh jalan berlubang.
RUSAK: Kondisi jalur alternatif Blitar-Kediri di Desa Candirejo diwarnai oleh jalan berlubang.
 

BLITAR KAWENTAR – Keluhan atas kondisi jalan rusak di Desa Candirejo, Kecamatan Ponggok, terus berdatangan dari pengguna jalan.

Setelah sebelumnya warga memasang spanduk protes karena kerusakan yang tak kunjung diperbaiki, kini pengendara roda dua yang rutin melintas turut menyampaikan hal serupa.

‎Salah satu pengendara motor, M. Afifuddin, mengungkapkan bahwa ruas jalan Candirejo—yang menjadi jalur alternatif penghubung Wates Kediri ke Blitar Kota—sebenarnya sangat membantu warga dalam memangkas waktu tempuh.

Namun, kerusakan yang parah membuat pengendara berpikir dua kali untuk melewatinya.

“Sebenarnya ini jalur alternatif dari Wates Kediri ke Blitar Kota,” katanya.

‎Dia menyayangkan kondisi jalan yang kini berubah menjadi lintasan penuh lubang dan struktur batuan aspal yang sudah tampak di permukaan.

Menurutnya, situasi tersebut membuat banyak pengguna jalan memilih berhenti, menghindar, atau memperlambat kendaraan secara drastis.

“Tapi sayang jalannya rusak seperti ini. Jadi biasanya pengendara malasnya di bagian jalan ini,” ujarnya.

‎Saat musim hujan, Afifuddin menambahkan bahwa kerusakan bertambah berbahaya.

Genangan air kerap menutupi lubang sehingga pengendara tidak bisa memperkirakan kedalaman maupun posisi kerusakan.

“Apalagi kalau musim hujan seperti ini, mau tidak mau pengendara ya harus mengurangi kecepatan,” tuturnya.

Baca Juga: Terungkap! Pensiun Terusan Janda Meninggal Apakah Anak Masih Dapat? Cek Kebijakan Taspen Terbaru Mengenai 3 Hak Utama Ahli Waris Anak PNS yang Wajib D

‎Dia mengakui ada alternatif lain yakni melintas melalui Poluhan Ponggok.

Namun, jalur tersebut lebih panjang dan memutar sehingga tidak banyak menjadi pilihan.

Meskipun demikian, dia tetap memilih jalur tersebut untuk cepat mencapai tujuan. “Mau bagaimana lagi, ini jalur tercepat. Jadi walaupun susah ya tetap lewat sini,” katanya.

‎Keluhan Afifuddin menambah panjang daftar suara masyarakat yang mendesak perbaikan segera dilakukan di wilayah Candirejo.

Sebelumnya, warga Desa Candirejo juga memasang sejumlah spanduk di kawasan tersebut.

Hal itu dilakukan lantaran jalan yang rusak tidak kunjung mendapatkan perbaikan.

Papan bertuliskan “Welcome to Dalan Bosok”, “Iki Dalan Opo Kali”, dan sebagainya tampak menghiasi sepanjang jalur.

Dengan keluhan yang semakin banyak, warga berharap usulan perbaikan yang telah disampaikan pemerintah desa kepada kecamatan dan PUPR dapat segera ditindaklanjuti agar akses transportasi kembali aman dan layak dilintasi.(kho/c1/ynu)

Editor : M. Subchan Abdullah
#poster #warga protes #pengendara #jalan rusak #Ponggok blitar #Desa Candirejo