BLITAR KAWENTAR – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar kembali mengingatkan para pembudi daya ikan agar lebih memperhatikan kondisi air kolam.
Dalam beberapa pekan terakhir, laporan gangguan kesehatan ikan yang masuk didominasi oleh kasus yang dipicu oleh buruknya kualitas air, terutama karena penumpukan amoniak dan perubahan cuaca yang tidak menentu.
Situasi ini membuat ikan-ikan konsumsi di sejumlah titik budi daya lebih rentan terserang penyakit.
Pengelola Kesehatan Ikan Disnakkan Kabupaten Blitar, Ali Fauri menyebut, permasalahan utama justru berasal dari kebiasaan pembudi daya yang kurang konsisten menjaga kebersihan kolam dan lebih pada kebersihan kesehatan air kolam yang rusak.
Sebagian masyarakat masih menganggap kualitas air tidak terlalu menjadi prioritas dalam budi daya.
“Biasanya masyarakat kurang perhatian,” tambahnya.
Ali menjelaskan, kerusakan kualitas air sering kali berasal dari tingginya kadar amoniak yang terbentuk akibat sisa pakan dan kotoran ikan.
Ditambah lagi, kondisi cuaca yang fluktuatif memperburuk stabilitas lingkungan kolam sehingga ikan lebih mudah terserang penyakit serta terpengaruh kondisi cuaca yang berubah-ubah.
Penyakit yang menyerang ikan biasanya berasal dari berbagai organisme.
“Kemungkinan penyakit di bakteri, parasit, dan jamur,” ujarnya.
Untuk membantu masyarakat, disnakkan menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan ikan dan identifikasi kualitas air kolam.
Ada banyak cara merujuk pada metode penanganan yang bisa dilakukan. Diakui, salah satu kelemahan di lapangan adalah minimnya peralatan deteksi yang dimiliki pembudi daya.
“Kelemahan dari masyarakat tidak memiliki alat deteksi,” katanya.
Disnakkan menerima laporan dari masyarakat untuk kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan langsung di lokasi dan ada pantauan rutin.
Selain layanan lapangan, pemeriksaan juga dapat dilakukan di laboratorium disnakkan.
Layanan lab di tempat dengan membawa sampel 0,5 liter air kolam serta sampel ikan jika sudah sampai mati.
Program layanan kesehatan ikan keliling ini sendiri sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu.
“Program sudah ada sejak 2017 untuk layanan keliling,” pungkasnya. (kho/c1/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah