BLITAR – Usai 9 bulan kursi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar kosong, kini sudah ada yang mengisi. Agus Zaenal Arifin, mantan camat Wates, optimistis mampu mencapai 90 persen penyerapan anggaran pada tempat kerjanya yang baru ini. Kini, dana yang sudah dipakai hampir 50 persen.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Blitar yang baru, Agus Zaenal Arifin, menegaskan siap memenuhi ekspektasi pimpinan dan langsung tancap gas menjalankan amanah yang diberikan. Hal itu disampaikannya usai dilantik Bupati Blitar Rijanto pada Kamis (13/11/20245) malam lalu.
“Alhamdulillahirabbilalamin. Bismillah. Semoga bisa memenuhi ekspektasi pimpinan. Tadi disampaikan Pak Bupati, kata kuncinya adalah kepercayaan, tanggung jawab, dan kolaborasi dengan OPD lain,” ujar Zaenal, panggilan akrabnya.
Pada hari pertama kerja pada Jumat lalu, dia langsung melakukan monitoring beberapa proyek yang sudah berjalan. Yakni, proyek pengerjaan jalan di Desa Sumberagung, Kecamatan Gandusari, laboratorium kesehatan daerah (labkesda) di Kelurahan Kembangarum, Kecamatan Sutojayan, dan talut yang ada di Kecamatan Kademangan. Bahkan, kegiatan itu dilakukan bersama Bupati Blitar Rijanto.
Tidak hanya itu, Zaenal menegaskan akan memulai tugas dengan melakukan konsolidasi internal. Sebagai pejabat baru yang sebelumnya bertugas di wilayah, dia perlu memahami kondisi riil dinas PUPR dari dalam sebelum melangkah lebih jauh.
Maka dari itu, tugas pertamanya akhir pekan lalu menjadi modal utama. “Yang pertama pasti konsolidasi. Karena saya orang baru, tentu harus tahu kondisi riil di dalam. Setelah satu komando terbentuk, baru kami menyesuaikan dengan perintah pimpinan. Intinya, kami membantu menyuguhkan visi-misi bupati dan wakil bupati,” katanya.
Dinas PUPR saat ini menghadapi tantangan besar terkait rendahnya serapan anggaran yang masih berada di kisaran 40-50 persen. Padahal target akhir tahun adalah 90 persen dan sisa waktu kurang dari sebulan sudah akhir tahun. Agus menyebut langkahnya tetap akan diawali dengan pemetaan internal.
Tentu semua proyek yang dikerjakan oleh dinas PUPR ini harus dikebut. Meskipun begitu, dia tidak melupakan kualitas baik, karena hal itu menjadi keamanan dan keselamatan bagi masyarakat. Dengan begitu, meski terkesan ngebut namun tetap dibangun dengan fondasi yang kuat. “Kembali lagi, konsolidasi dulu. Karena kita sudah di ujung tahun, fokusnya hanya penyerapan, penyerapan, dan penyerapan. Itu harus betul-betul terselesaikan,” tegasnya.
Saat ditanya mengenai target tinggi yang dikatakan oleh pejabat sebelumnya, bahwa serapan harus mencapai 90 persen, Zaenal mengaku siap menyesuaikan dan berusaha untuk menjaga kepercayaan atau amanah yang diberikan.
Agus berharap dukungan semua pihak, termasuk media, agar kinerja dinas PUPR dapat berjalan efektif dan selaras dengan prioritas pembangunan Kabupaten Blitar. “Saya yakin kalau Plt menyampaikan 90 persen, tentu itu target dari pimpinan. Otomatis kami menyesuaikan, karena tugas kami membantu pimpinan,” pungkasnya. (jar/c1/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah