BLITAR – Produktivitas sektor pertanian di Kabupaten Blitar menunjukkan capaian signifikan sepanjang 2025. Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar per Oktober 2025, produksi padi dan jagung yang menjadi komoditas utama di Bumi Penataran mencatat hasil yang cukup menjanjikan, meskipun sebagian areal masih dalam proses panen.
Kabid sarana tanaman pangan dan hortikultura (STPH), Siswoyo Adi Prasetyo menjelaskan, untuk komoditas padi, luas tanam tahun ini mencapai 31.331 hektare. Dari luas tanam tersebut, luas panennya mencapai 37.616 hektare.
Total produksi padi mencapai 250.616 ton gabah kering panen yang setara dengan 28.968 ton gabah kering giling atau sekitar 133.779 ton beras. “Capaian ini dinilai tetap stabil dan mampu mendukung kebutuhan pangan lokal,” jelasnya.
Untuk jagung, produktivitasnya juga tergolong tinggi. Luas tanam yang tercatat mencapai 43.672 hektare dengan luas panen 42.067 hektare, karena sebagian tanaman musim tanam 2025 masih belum dipanen. “Ada jagung yang ditanam 2024 dan dipanen pada 2025. Begitu juga nanti, ada yang ditanam 2025 dan akan dipanen 2026,” kata Siswoyo.
Total produksi jagung hingga Oktober 2025 mencapai 460.784 ton glondong atau jika dikonversi menjadi pipilan kering mencapai 200.376 ton. Capaian ini menempatkan jagung sebagai salah satu penyumbang produksi tanaman pangan tertinggi di Kabupaten Blitar.
Selain produktivitas lahan, peningkatan efisiensi budi daya juga didukung oleh penggunaan alat mesin pertanian (alsintan). Siswoyo menegaskan, pemanfaatan alsintan tidak hanya mempercepat pengolahan lahan, tetapi juga meminimalkan potensi kehilangan hasil.
“Penggunaan alsintan bisa meminimalisasi faktor hilang sampai dua persen. Kalau pra panen berdampak pada percepatan pengelolaan lahan,” jelasnya.
Secara keseluruhan, kinerja pertanian Kabupaten Blitar sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. Meskipun sebagian komoditas masih dalam proses panen dan terdapat perbedaan kalender tanam antarwilayah, capaian produksi padi dan jagung dipandang mampu menjaga stabilitas ketahanan pangan daerah.
Pemerintah daerah berharap produktivitas ini terus meningkat seiring optimalisasi teknologi pertanian dan dukungan program nasional. (kho/c1/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah