BLITAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar bersiap mendapat kucuran dana insentif miliaran rupiah dari pemerintah pusat. Itu setelah Kota Blitar dinilai berhasil menurunkan angka stunting hingga 11,4 persen.
Keberhasilan menurunkan angka stunting tersebut mendapat apresiasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Alhasil, Kota Blitar diganjar penghargaan yang diserahkan saat Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 di Jakarta pada Rabu (12/11/2025) lalu.
Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, dan Riset Daerah (Bapperida) Kota Blitar, Tri Iman Prasetyo mengungkapkan, penurunan angka stunting di Bumi Bung Karno itu dinilai sudah melampui target nasional yakni 19,8 persen. Capaian ini tidak lepas dari sinergi dan kolaborasi antar perangkat daerah dalam menekan kasus kekurangan gizi pada anak tersebut.
“Ya, apresiasi ini juga diberikan kepada daerah-daerah yang melakukan percepatan penurunan stunting. Untuk Kota Blitar, penurunannya sangat signifikan yaitu 11,4 persen. Sedangkan target nasional 19,8 persen,” jelasnya.
Triman menjelaskan, berbagai langkah strategis telah dilakukan oleh Pemkot Blitar beserta lintas organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Langkah strategis itu di antaranya berupa pencegahan pernikahan dini, pemberian vitamin untuk ibu hamil, pengukuran kesehatan ibu dan balita, hingga kampanye edukatif dan inovatif untuk pencegahan stunting.
Keberhasilan pemkot dalam percepatan penurunan kasus stunting itu mengantarkan Kota Blitar mendapatkan dana insentif fiskal sebesar Rp 6,4 miliar. Pemberian dana insentif itu sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah pusat.
Selain Kota Blitar, dana insentif tersebut juga diberikan kepada 50 kabupaten/kota se-Indonesia yang dinilai berhasil menjalankan Program Strategis Nasional (PSN) dalam menekan angka stunting.
”Kami terus berkomitmen untuk memperkuat program pencegahan stunting secara berkelanjutan. Tentunya ini perlu dukungan dari semua pihak terkait sehingga angka kasus stunting benar-benar 0 alias tidak ada,” pungkasnya.(mg2/c1/sub) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah