Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

BI Kediri Sulap Limbah Jadi Pupuk Organik, Petani Blitar Rasakan Manfaat dan Hasilnya

M. Subchan Abdullah • Selasa, 18 November 2025 | 16:32 WIB

 

BI Kediri Sulap Limbah Jadi Pupuk Organik, Petani Blitar Rasakan Manfaat dan Hasilnya
BI Kediri Sulap Limbah Jadi Pupuk Organik, Petani Blitar Rasakan Manfaat dan Hasilnya

BLITAR - Berkat dukungan penuh dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kediri dalam program pengendalian inflasi pangan pada sektor pertanian, para petani Bendosari, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar tergabung Koperasi Pertanian Ben Giat Tani merasakan dampaknya. Melalui bantuan alat pengolahan permentasi awalnya limbah kohe sapi dan ternak ayam tidak terpakai menjadi pupuk organic bernilai tinggi.

Ketua Koperasi Pertanian Ben Giat Tani, Desa Bendosari, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, Amor Kodrat bersama para petani mengaku senang berkat support dari Bank Indonesia Kediri.

Melalui berbagai pelatihan, pembinaan hingga pendampingan, selama ini limbah kohe dari kotoran sapi dan ternak menjadi masalah lingkungan ditengah masyarakat menjadi pupuk organic bernilai tinggi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia Kediri telah mendukung sektor pertanian melalui bantuan alat pengolahan pupuk organik,” ucap Amor sapaannya.

Menurutnya ia bersama para petani mengaku sebelum adanya bantuan dari Bank Indonesia Kediri masih menggunakan system pertanian non organic. Sehingga membutuhkan biaya lebih besar untuk membeli pupuk yang berbahan kimia. Hasil pertanianpun juga masih kurang maksimal.

Selain itu, lanjut Amor, mayoritas masyarakat Kabupaten Blitar adalah ternak sapi perah dan ternak ayam. Limbah kohe-nya menjadi masalah mencemari lingkungan masyarakat sekitar. Mulai air sumur menjadi bau, air sungai tercemar, bahkan bau juga tidak sedap disekitar perternakan.

“Adanya bantuan dari Bank Indonesia Kediri mengubah permasalahan yang dihadapi para petani Bendosari menjadi berkah dan bernilai,” terangnya. Yakni dengan bantuan alat pengolahan permentasi limbah kohe menjadi pupuk organik. 

Sehingga para petani tidak bergantung pada pupuk berbahan kimia, sudah beralih pupuk organik murah, melimpah dan berkualitas. Mengapa pupuk organic bisa melimpah? Kata Amor karena mayoritas masyarakat perternak sapi dan ayam kotorannya dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organic diolah dengan alat mesin bantuan dari Bank Indonesia Kediri. Waktu proses pembuatannya pun lebih singkat.

“Petani bisa mandiri membuat pupuk organic, hasil panen pertanian padi satu hektar mampu meningkat dua kali lipat menghasilkan 12-17 ton padi, sebelumnya saat pertanian non organik hanya 6-7 ton padi per hektar,” ujarnya. Ia menjelaskan hasil pertanian organic sangat menjanjikan produksi meningkat, harga lebih tinggi, dan kualitas padi lebih bagus.

Tidak hanya untuk pertanian padi, pupuk organic sama petani juga bisa digunakan pemupukan tanaman palawija seperti jagung, kacang, umbi-umbian. Bisa pula untuk pemupukan tanaman sayur-sayuran, bahkan bisa untuk tanaman bunga. “Semoga bantuan dari Bank Indonesia Kediri ini semakin bermanfaat untuk para petani di Kabupaten Blitar,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Kediri Yayat Cadarajat menerangkan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi mendukung Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

“Melalui pendekatan end-to-end, pengendalian inflasi dilakukan tidak hanya di sisi hilir melalui stabilisasi harga. Tetapi juga di sisi hulu melalui peningkatan kapasitas produksi, produktivitas, dan efisiensi usaha tani,” pungkas Yayat. (ik2) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#sektor pertanian #Koperasi Pertanian Ben Giat Tani #Kabupaten Blitar #kediri #Pengendalian Inflasi Pangan #Kantor Perwakilan Bank Indonesia