BLITAR – Penyakit GERD atau penyakit lambung kini kerap menyerang kalangan muda. Namun, di Kabupaten Blitar penyakit ini tidak masuk dalam daftar sepuluh besar penyakit terbanyak. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar mengigatkan munculnya penyakit GERD merupakan risiko dari pola hidup yang buruk.
Kepala Dinkes Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawati menegaskan, keluhan terkait penyakit GERD tetap ada, hanya saja jumlahnya masih di bawah penyakit tidak menular lain yang lebih dominan. “GERD itu enggak masuk di 10 penyakit terbanyak. Artinya ya tetap ada, cuma mungkin dia tidak masuk penyakit terbanyak,” jelasnya.
dr Christine menerangkan, pola hidup menjadi faktor utama meningkatnya keluhan GERD, khususnya pada usia produktif. Salah satu kebiasaan yang paling sering memicu adalah begadang. “Karena kalau melekan, kembali lagi jam malam itu adalah jamnya lambung istirahat. Jadi kalau malam misalnya melekan, lambungnya enggak bisa istirahat,” ujarnya.
Begadang dapat menyebabkan lambung tetap memproduksi asam meski tidak ada makanan yang dicerna. Ketika seseorang sering telat makan, begadang, atau makan tidak teratur, asam lambung tersebut menumpuk dan akhirnya melukai dinding lambung. “Asam lambung itu korosif ya. Kalau dibiarkan, sering terlambat makan, malam melekan, lama-lama bisa melukai dinding lambung. Itu yang sudah sampai tahap GERD,” tuturnya.
Kondisi ini kini banyak dialami anak muda, terutama di wilayah perkotaan, namun mulai terlihat juga di Blitar. Dia menyebut, tren konsumsi makanan pedas ekstrem turut memperparah risiko. Tubuh tetap memiliki batas kemampuan.
Makanan pedas yang dikonsumsi setiap hari dapat memperburuk iritasi lambung dan memicu kekambuhan GERD lebih sering. “Hobi makan pedas luar biasa. Kalau terlalu sering atau terus-menerus setiap hari, kasihan lambungnya,” jelasnya.
Sementara itu, penyakit yang paling banyak menyerang usia produktif di Kabupaten Blitar saat ini masih didominasi penyakit tidak menular seperti hipertensi (20.081 kasus), diabetes (7.232), hiperkolesterol (1.448), PPOK (1.404), penyakit jantung (1.173)stroke (1.171), asma bronkiale (706), rematoid artritis (598), ginjal kronik (306), dan kanker payudara (140).
Meski tidak masuk daftar tersebut, dr Christine menegaskan, GERD tetap perlu diwaspadai. "Generasi muda harus memperbaiki pola makan, mengurangi konsumsi pedas, tidak melewatkan jam makan, serta menghindari begadang agar kesehatan lambung tetap terjaga," tandasnya. (kho/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah