BLITAR - Puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Bumi Bung Karno berlangsung khidmat. Itu ditandai dengan upacara resmi yang digelar di halaman Kantor Wali Kota Blitar, Senin (17/11/2025).
Upacara dipimpin langsung Wakil Wali Kota Blitar, Elim Tyu Samba, dan diikuti jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), forkopimda, hingga insan kesehatan dari seluruh rumah sakit dan fasilitas layanan kesehatan se-Kota Blitar.
Wawali yang akrab disapa – Mbak Elim – menegaskan bahwa sektor kesehatan masih menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah. Menurutnya, kualitas kesehatan masyarakat menentukan arah pembangunan daerah, sehingga pemkot memastikan seluruh program prioritas, termasuk layanan dasar dan peningkatan sarana prasarana kesehatan, terus berjalan optimal.
Dia juga menekankan komitmen pemkot dalam mendukung penuh berbagai program strategis nasional di bidang kesehatan. Salah satu yang menjadi prioritas ialah percepatan penanganan kasus stunting. ”Ya, Alhamdulillah, kami dinilai berhasil menunjukkan kinerja signifikan dalam pencegahan dan penurunan gizi buruk pada balita,” ungkapnya, kemarin.
Hal ini terbukti dari capaian Kota Blitar yang berhasil menurunkan angka stunting hingga 11,4 persen. Atas keberhasilan tersebut, Kementerian Kesehatan (kemenkes) RI memberikan penghargaan sekaligus mengucurkan dana insentif sebesar Rp 6,4 miliar untuk mendukung penguatan program daerah. Capaian ini bukan hasil kerja satu sektor saja, melainkan kolaborasi lintas OPD dan berbagai instansi terkait.
“Prestasi ini menjadi motivasi bersama untuk terus memperkuat kerja kolektif dalam menjaga kesehatan masyarakat. Tantangan ke depan tentu makin kompleks, sehingga kolaborasi harus terus ditingkatkan,” tegasnya.
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar, Dissie Laksmonowati Arlini, mengungkapkan rasa syukurnya atas apresiasi yang diberikan Kemenkes. Penurunan angka stunting tidak lepas dari kerja bersama dan langkah strategis yang dilakukan secara berkesinambungan.
“Mulai dari pemeriksaan berkala ibu hamil, deteksi dini potensi gizi buruk, hingga edukasi kesehatan reproduksi dan pemenuhan gizi bagi remaja melalui pemberian tablet tambah darah,” jelasnya.
Menurut Dissie, pencegahan stunting idealnya dimulai sejak 1.000 hari pertama kehidupan, bahkan sebelum kelahiran. Karena itu, berbagai program promotif dan preventif terus digencarkan. “Stunting adalah tantangan serius. Penanganannya tidak bisa berdiri sendiri. Semua instansi harus berperan, termasuk kelompok masyarakat,” ujarnya.
Peringatan HKN Ke-61 di Kota Blitar juga diwarnai berbagai kegiatan untuk menyemarakkan partisipasi publik. Mulai dari lomba antar insan kesehatan di rumah sakit, puskesmas, klinik, hingga fasilitas kesehatan swasta. Tujuannya memperkuat kekompakan sekaligus menjalin silaturahmi antarsesama tenaga kesehatan.
Selain itu, masyarakat juga disuguhi pemeriksaan kesehatan gratis di area car free day (CFD) di Alun-alun Kota Blitar serta kegiatan jalan sehat yang mendapat antusiasme tinggi.
Dengan tema nasional “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”, Pemkot Blitar berharap seluruh rangkaian kegiatan mampu menggerakkan masyarakat untuk lebih sadar kesehatan dan mengutamakan upaya pencegahan. “Promotif dan preventif harus terus digaungkan, karena sehat itu investasi masa depan,” pungkas Dissie. (sub/ady) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah