Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kasus HIV dan HPV di Kota Blitar Jadi Atensi Khusus, Ini Sejumlah Upaya Dinkes

M. Subchan Abdullah • Selasa, 18 November 2025 | 19:00 WIB

 

Kasus HIV dan HPV di Kota Blitar Jadi Atensi Khusus, Ini Sejumlah Upaya Dinkes
Kasus HIV dan HPV di Kota Blitar Jadi Atensi Khusus, Ini Sejumlah Upaya Dinkes

BLITAR - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar mulai mengerucutkan sejumlah program pencegahan penyakit menular. Salah satu langkahnya melalui peningkatan skrining HIV dan deteksi dini kanker serviks.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya bersama menuju target eliminasi HIV pada 2030, sekaligus memperluas jangkauan pemeriksaan HPV di masyarakat, khususnya pada siswi.

Plt Kepala Dinkes Kota Blitar, Dissie Laksmonowati mengatakan, beberapa kegiatan telah disiapkan, mulai dari talk show, edukasi kesehatan, hingga pendampingan teknis di fasilitas Kesehatan dan Puskesmas.

Ini langsungmelibatkan kader Warga Peduli AIDS dan kelompok dukungan sebaya untuk memperkuat jangkauan layanan. “Upaya ini kami lakukan agar masyarakat dapat teredukasi lebih luas dan kasus bisa ditemukan sedini mungkin, sehingga upaya pencegahan bisa lebih maksimal,” ujarnya kepada Koran ini Senin (17/11/2025).

Menurut dia, deteksi dini kasus HIV merupakan tantangan tersendiri untuk dinkes, pasalnya berkaitan erat dan langsung dengan perilaku masyarakat. Sehingga perlu kampanye maksimal terkait hubungan yang aman.

“Kami mendorong masyarakat untuk menerapkan perilaku aman. Idealnya setia pada satu pasangan dan menggunakan pengaman bila memiliki faktor risiko. Karena fisik orang dengan HIV tidak bisa dibedakan secara kasat mata,” jelasnya.

Selain HIV, Kota Blitar juga tengah menyelesaikan skrining kanker serviks yang kuotanya telah mencapai angka 1.100 pemeriksaan sesuai dari instruksi Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Progresnya sudah mendekati 80 persen, dan ditargetkan rampung pada akhir November ini.

“Dua kanker tertinggi pada perempuan adalah kanker payudara dan kanker leher rahim. Keduanya dapat diatasi bila diketahui sejak awal. Karena itu skrining ini sangat penting,” terangnya.

Proses imunisasi HPV yang selama terus dilakukan secara bertahap pada siswa kelas 5 sekolah dasar (SD) juga terus berjalan. Imunisasi ini diharapkan memberi perlindungan lebih dari 90 persen sebelum anak memasuki usia dewasa. “Ini juga bagian dari pencegahan, khususnya pada remaja putri,” bebernya.

Untuk hasil pemeriksaan sementara, dia menyebutkan bahwa sebagian besar peserta menunjukkan hasil negatif HPV, meski ada beberapa yang positif, namun sudah tertangani dan telah dilakukan proses pencegahan lanjutan yang sesuai prosedur.

“HPV tidak langsung berkembang menjadi kanker. Prosesnya panjang, sehingga deteksi dini memberi kesempatan penanganan lebih cepat,” tutupnya. (mg2/ady) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#kanker serviks #dinas kesehatan #Skrining HIV #penyakit menular #Kota Blitar