Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Jalan Penghubung Desa Kedawung-Sumbersari di Blitar Ini Juga Rusak Parah, Pengendara Ekstra Hati-hati

Akhmad Nur Khoiri • Selasa, 18 November 2025 | 17:54 WIB

 

 

‎BERLUBANG: Jalan penghubung Desa Kedawung dengan Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok, mengalami kerusakan parah.
‎BERLUBANG: Jalan penghubung Desa Kedawung dengan Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok, mengalami kerusakan parah.

‎‎BLITAR - Pengendara yang melintasi jalan penghubung Desa Kedawung dengan Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok, harus ekstra hati-hati karena kerusakan jalan yang meluas di banyak titik. Setidaknya jalur yang mengalami kerusakan tersebut membentang sejauh 1,5 kilometer.

‎Ruas yang semula menjadi alternatif penting menuju Kabupaten Kediri serta jalur lingkar Gunung Kelud itu kini dipenuhi lubang dan permukaan aspal yang mengelupas. Dampaknya, pengguna kendaraan, terutama sepeda motor, kerap terancam celaka ketika hujan menutup lubang dengan genangan air.

‎Menurut pengendara yang sering lewat, kondisi kerusakan jalan sudah berlangsung lama dan semakin parah. “Pengendara sepeda motor harus ekstra hati-hati karena rawan terperosok,” kata salah satu pengguna jalan, Muttaqin.

‎Sebagian lubang juga tampak tergenang oleh air selepas turun hujan. Hal itu, tentu saja mengganggu para pengendara, terlebih saat berjalan beriringan dengan kendaraan-kendaraan besar yang saat itu juga melintas. “Banyak lubang yang tertutup air hujan, jadi beberapa kali ya motor harus menerjang lubang karena pengelihatannya terbatas,” imbuhnya.

‎Sementara itu, salah satu warga setempat, Lutfa menambahkan, ruas ini memang sering dipakai sehari-hari untuk kepentingan mobilitas warga dan oleh kendaraan besar, sehingga kerusakan cepat meluas dan kerusakan sudah berlangsung lama.

Kerusakan paling parah tampak pada beberapa bagian yang hanya menyisakan struktur batu dasar. “Jadi ada yang mengatur supaya para pengendara berjalan bergantian. Memang jalurnya sempit,” sambungnya.

‎Kondisi sempitnya jalur juga memaksa kendaraan besar melintas secara bergantian, sementara pengendara roda dua mau tidak mau harus berjalan lamban di belakang kendaraan yang melintas. Selain itu, pengendara roda dua juga harus menjaga jarak aman dari kendaraan-kendaraan besar yang ada di depannya.

‎Masyarakat meminta tindakan cepat dari pihak terkait. Warga berharap, perbaikan tidak hanya sebatas tambal sulam, melainkan perbaikan struktural agar jalur kembali aman dan lancar untuk aktivitas sehari-hari. “Harapannya tentu jalan bisa segera diperbaiki, supaya akses bagi pengendara bisa lebih enak dan aman,” tutupnya. (kho/ynu) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#kabupaten kediri #Kecamatan Nglegok #pengendara #kerusakan jalan #alternatif