BLITAR – Upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Blitar terus berlanjut. Setelah sebelumnya capaian produktivitas pertanian menunjukkan tren positif hingga Oktober 2025, kini penyaluran benih kembali menjadi fokus utama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar. Program ini diproyeksikan mampu mendorong peningkatan produksi pada musim tanam berikutnya.
Kabid Sarana Tanaman Pangan dan Hortikultura (STPH) DKPP Kabupaten Blitar, Siswoyo Adi Prasetyo menyampaikan, pemerintah telah menyalurkan bantuan benih kepada para petani di seluruh kecamatan, mulai dari padi hingga jagung.
Penyaluran ini merupakan bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap program ketahanan pangan nasional. “Untuk mendukung ketahanan pangan sebagai program nasional,” tegas Siswoyo.
Hingga periode penyaluran terakhir, bantuan benih yang telah dialokasikan mencakup padi untuk lahan seluas 2.788 hektare dan jagung seluas 4.884 hektare. Jumlah itu tersebar merata di seluruh wilayah di Kabupaten Blitar.
Saat ini, DKPP Kabupaten Blitar juga melakukan pengajuan ulang bantuan benih ke pemerintah pusat untuk memenuhi kebutuhan musim tanam November–Desember. Pengajuan ini meliputi benih padi untuk 7.200 hektare dan benih jagung untuk 2.100 hektare.
Namun prosesnya masih menunggu persetujuan. “Saat ini masih pengajuan ulang ke kementerian. Rinciannya untuk jagung 2.100 hektare dan padi 7.200 hektare,” kata Siswoyo.
Dia menegaskan, pengajuan tambahan benih diperlukan karena kebutuhan petani di lapangan cukup besar, terutama menjelang musim tanam akhir tahun. Benih yang tersedia nantinya disalurkan kepada kelompok tani sesuai kebutuhan dan perencanaan di masing-masing kecamatan.
Dengan adanya penyaluran dan pengajuan tambahan benih ini, pemerintah berharap kualitas dan kuantitas produksi pertanian di Kabupaten Blitar tetap stabil, bahkan meningkat pada 2026 mendatang. “Langkah ini juga sejalan dengan strategi daerah dalam menjaga ketersediaan pangan dan efisiensi produksi,” paparnya.
Program penyaluran benih ini menjadi lanjutan dari penguatan sektor pertanian yang sebelumnya ditopang oleh pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan), percepatan pengolahan lahan, serta peningkatan efisiensi pascapanen. Dengan begitu, Kabupaten Blitar optimistis dapat mempertahankan capaian produktivitas tinggi yang selama ini menjadi andalan di sektor pertanian. (kho/c1/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah