Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Puluhan Ribu Ekor Ternak di Kabupaten Blitar Berhasil Divaksinasi PMK, Ini Langkah Selanjutnya

Akhmad Nur Khoiri • Rabu, 19 November 2025 | 19:30 WIB
‎CEGAH: Disnakkan Kabupaten Blitar cegah adanya PMK di wilayahnya dengan melakukan vaksinasi.
‎CEGAH: Disnakkan Kabupaten Blitar cegah adanya PMK di wilayahnya dengan melakukan vaksinasi.

BLITAR – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar telah mempublikasikan laporan rinci capaian program vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) per unit kerja hingga 31 Oktober 2025. Data tersebut memperlihatkan adanya kinerja yang sangat baik di beberapa unit, tetapi juga menyoroti kebutuhan percepatan di wilayah lain.

Secara total, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar telah berhasil memvaksinasi 96.262 ekor ternak yang terdiri dari sapi, kambing, dan domba. Angka ini setara dengan 62 persen dari total target dosis yang ditetapkan di awal tahun.

‎Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Disnakkan Kabupaten Blitar, drh Nanang Miftahudin mengungkapkan, kolaborasi dengan mitra kerja strategis membuahkan hasil optimal dan mencatat capaian luar biasa dari sejumlah mitra.

‎Ketiga unit ini berhasil menuntaskan tugas mereka dan mencatatkan realisasi dosis hingga 100 persen. "Ini adalah contoh sukses dari sinergi yang efektif antara pemerintah daerah dan kelompok peternak," ungkap drh Nanang.

‎Secara spesifik per unit pusat kesehatan hewan (puskeswan) di tingkat kecamatan menunjukkan kinerjanya. Misalnya, kinerja Puskeswan Kademangan patut diacungi jempol dengan capaian dosis mencapai 84 persen.

Disusul dengan kinerja baik dari Puskeswan Ponggok sebesar 71 persen dan Puskeswan Srengat yang mencapai 70 persen. Sementara itu, puskeswan lain seperti Wonodadi mencapai 66 persen, Selorejo 62 persen, Nglegok 61 persen, dan Talun 57 persen.

‎Meskipun capaian total ekor yang tervaksin sudah tinggi, drh Nanang menekankan bahwa fokus kini beralih pada wilayah dengan realisasi dosis terendah. "Kami mencatat Puskeswan Wlingi masih di angka 51 persen, dan yang paling perlu perhatian adalah Puskeswan Panggungrejo yang baru mencapai 28 persen dari target dosis yang harus disalurkan," tegasnya.

‎Dia menambahkan, untuk mencapai target dosis total, Kabupaten Blitar masih memiliki kekurangan sekitar 37.660 dosis. Percepatan di wilayah yang tertinggal ini sangat krusial untuk memastikan herd immunity ternak terbentuk secara merata di seluruh kabupaten sehingga mata rantai penularan PMK dapat diputus. (kho/c1/ynu) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) #Kabupaten Blitar #vaksinasi #Pemkab Blitar #dinas peternakan dan perikanan