Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Poltekkes Kemenkes Malang Bentuk Kampung Peduli Sehat di Kelurahan Gedog Kota Blitar, Cegah Hipertensi dan Diabetes

Yanu Aribowo • Kamis, 20 November 2025 | 16:48 WIB
SINERGI: Foto bersama antara Tim Pengabmas Poltekkes Kemenkes Malang, ketua ILP, perangkat Kelurahan Gedog, Puskesmas Sananwetan dengan peserta pengabmas sebelum pemberian edukasi dan pelatihan.
SINERGI: Foto bersama antara Tim Pengabmas Poltekkes Kemenkes Malang, ketua ILP, perangkat Kelurahan Gedog, Puskesmas Sananwetan dengan peserta pengabmas sebelum pemberian edukasi dan pelatihan.

BLITAR - Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, kini memiliki sebuah program baru untuk memperkuat gerakan masyarakat hidup sehat. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) yang dilakukan oleh tim dosen Poltekkes Kemenkes Malang Jurusan Promosi Kesehatan, telah dibentuk Kampung Peduli Sehat.

Sebuah inisiatif untuk mendorong masyarakat lebih aktif dalam pencegahan dan deteksi dini penyakit tidak menular (PTM), khususnya hipertensi dan diabetes.

Program ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka kasus PTM di wilayah tersebut. Data Puskesmas Sananwetan menunjukkan, Kelurahan Gedog menempati posisi tertinggi kasus hipertensi dan diabetes di area binaan dengan ratusan warga yang tercatat mengalami kedua penyakit tersebut.

Melihat kondisi tersebut, tim pengabdi menilai langkah strategis berupa pemberdayaan masyarakat sangat diperlukan untuk menekan angka kejadian PTM.

Melalui kegiatan ini, tim melaksanakan rangkaian edukasi, pelatihan, serta pemeriksaan kesehatan yang melibatkan 40 peserta dari lima lingkungan di Kelurahan Gedog. Mayoritas peserta adalah kader kesehatan perempuan yang selama ini aktif menggerakkan berbagai program kesehatan di tingkat kelurahan.

Hasil skrining menunjukkan minat dan partisipasi warga yang cukup tinggi terhadap deteksi dini PTM, terutama pengukuran tekanan darah dan kadar glukosa darah.

Untuk mendukung kegiatan skrining, tim Pengabmas juga memberikan alat kesehatan berupa tensimeter digital, alat pengukur glukosa darah, dan perlengkapan pendukung lainnya kepada kader. Pemberian alat ini diharapkan dapat mempermudah kader melakukan pemeriksaan secara mandiri di lingkungan masing-masing, sekaligus meningkatkan efektivitas deteksi dini hipertensi dan diabetes.

Selain skrining, tim juga membekali peserta dengan pengetahuan tentang faktor risiko, pencegahan, serta teknik pemeriksaan sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri. Berdasarkan hasil evaluasi, terdapat peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan.

Nilai rata-rata post-test meningkat dibandingkan pre-test, menandakan bahwa materi pelatihan dapat diterima dengan baik oleh kader. Para kader ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam melakukan edukasi dan pemantauan kesehatan di lingkungan masing-masing.

SINERGI: Foto bersama antara Tim Pengabmas Poltekkes Kemenkes Malang, ketua ILP, perangkat Kelurahan Gedog, Puskesmas Sananwetan dengan peserta pengabmas sebelum pemberian edukasi dan pelatihan.
SINERGI: Foto bersama antara Tim Pengabmas Poltekkes Kemenkes Malang, ketua ILP, perangkat Kelurahan Gedog, Puskesmas Sananwetan dengan peserta pengabmas sebelum pemberian edukasi dan pelatihan.

Salah satu luaran penting dari kegiatan ini adalah diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Pengelola Kelompok Masyarakat Kampung Peduli Sehat (POKMA KAMPUNG SEHAT) oleh Kelurahan Gedog. SK ini menjadi landasan legal keberlanjutan program setelah kegiatan pengabdian berakhir. Lurah Gedog, Suprabowo SIP MM, menyambut baik program ini.

“Pembentukan Kampung Peduli Sehat merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran masyarakat dalam pencegahan penyakit tidak menular. Dengan kader yang terlatih dan dilengkapi alat kesehatan, pemantauan kesehatan di lingkungan warga dapat dilakukan secara rutin dan berkesinambungan,” ungkapnya.

Ketua tim Pengabmas, Sri Winarni SPd MKes menambahkan, program ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader, tetapi juga membangun budaya hidup sehat di masyarakat. “Pemberian alat kesehatan kepada kader menjadi kunci agar skrining hipertensi dan diabetes bisa dilakukan secara berkesinambungan,” jelasnya.

Ketua ILP Kelurahan Gedog, Putut Agus SSos ST menyatakan, kader yang terlatih dan dilengkapi alat kesehatan ini akan menjadi penghubung antara warga dan fasilitas kesehatan. “Dengan demikian, deteksi dini dan pencegahan penyakit akan lebih optimal karena masyarakat terlibat langsung dalam menjaga kesehatan lingkungan mereka,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Sananwetan, drg Siti Julaikah, menegaskan pentingnya kolaborasi ini. Kegiatan ini menjadi contoh nyata sinergi antara puskesmas, pemerintah kelurahan, dan masyarakat.

“Deteksi dini hipertensi dan diabetes melalui Kampung Peduli Sehat, didukung dengan alat kesehatan yang memadai, akan membantu menurunkan angka penyakit dan meningkatkan kualitas hidup warga,” jelasnya.

Program ini diharapkan tidak berhenti hanya pada kegiatan pelatihan, namun terus berkembang menjadi gerakan masyarakat yang mandiri dan berkesinambungan. Kombinasi antara kader terlatih, dukungan pemerintah kelurahan, dan pendampingan puskesmas diyakini mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan sadar akan pencegahan PTM. (*/c1/ynu) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#Poltekkes Kemenkes Malang #Promosi Kesehatan #Kampung Peduli Sehat #Pengabdian kepada masyarakat #Kota Blitar #masyarakat hidup sehat