Blitar - Sebanyak 166 peserta pelatihan berbasis kompetensi resmi menerima sertifikat berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) pada Kamis (20/11) di Local Education Center (LEC) Garum. Penyerahan sertifikat dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar sebagai bentuk pengakuan kompetensi sekaligus dorongan bagi peserta untuk siap memasuki dunia kerja.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 20–21 November 2025 ini diikuti peserta dari tujuh klaster pelatihan. Di antaranya hair styling cutting (40 orang), masakan komersial (20), pemeliharaan dan perbaikan elektronika (18), make up artist (20), pembudidaya bunga (23), digital marketing (25), dan barista (20).
Baca Juga: Sertipikat Hak Pakai Diserahkan ke Menlu untuk Amankan Aset Negara
Kabid Pelatihan, Produktivitas Kerja dan Transmigrasi Disnaker Kabupaten Blitar, Latip Usman, menyampaikan bahwa pemberian sertifikat kompetensi ini bertujuan memperkuat kualitas sumber daya manusia dan memastikan para peserta mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja di Kabupaten Blitar.
“Tujuan penyerahan sertifikat ini adalah memberikan pengakuan resmi sesuai klaster kompetensi yang diikuti serta melakukan monitoring dan evaluasi hasil pelatihan tahun 2025. Kami berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dan siap terjun ke dunia kerja,” ujar Latip.
Selain peserta, kegiatan ini juga dihadiri sejumlah undangan dari unsur pemerintah daerah dan lembaga penyelenggara pelatihan. Di antaranya Kepala Bagian Perekonomian, pimpinan LPK Smart Junior, PT Senandung Laras Korporat, LPK Erlin Estetika, dan BLK Sound Electric. Kegiatan ini didanai melalui DPA Disnaker Kabupaten Blitar Tahun Anggaran 2025.
Dalam sambutannya, Kepala Disnaker Kabupaten Blitar, Iving Bertyanto, menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi ini merupakan langkah penting untuk menyiapkan SDM Blitar yang unggul dan berdaya saing.
“166 alumni pelatihan ini adalah calon-calon orang sukses yang sedang menyiapkan diri. Sertifikat yang panjenengan terima bukan sekadar lembaran kertas, tetapi simbol komitmen untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme,” tegas Iving.
Baca Juga: ASN Jadi Ujung Tombak Komunikasi Publik, Harison Mocodompis Tekankan Etika di Medsos
Dia menambahkan bahwa sertifikasi BNSP telah diakui secara nasional dan menjadi modal kuat untuk bersaing di era global. Sertifikasi tersebut juga menjadi tolok ukur bahwa peserta telah memenuhi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
“Dunia terus berubah, tuntutan kompetensi semakin tinggi. Melalui sertifikasi ini, kita mendorong lahirnya SDM berkualitas yang mampu memperkuat daya saing daerah dan mempercepat pertumbuhan ekonomi,” lanjutnya.
Iving juga menyampaikan sejumlah pesan motivatif kepada peserta agar terus belajar dan bersungguh-sungguh dalam meniti karier maupun membangun usaha.
“Hidup sukses perlu proses, tidak ada orang sukses tanpa proses. Hidup jangan ala kadarnya, fokuslah pada tujuan. Dan ketika berbisnis, bangun pondasi yang kuat. Jangan hanya mengejar keuntungan, tetapi keberkahan,” pesannya.
Dengan penyerahan sertifikat ini, Disnaker berharap lulusan pelatihan dapat segera terserap di pasar kerja maupun mampu menciptakan peluang usaha mandiri. (jar)
Editor : Fajar Rahmad Ali Wardana