Blitar – Upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di wilayah Blitar selatan terus dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar. Tahun ini, empat fasilitas kesehatan (faskes) mendapat jatah renovasi dan pembangunan. Pekerjaan fisik tersebut dikebut agar bisa selesai sebelum akhir tahun.
Empat faskes tersebut meliputi Puskesmas Pembantu (Pustu) Tumpak Kepuh, Pustu Kaulon, Pustu Midodaren, serta renovasi bangunan utama Puskesmas Suruhwadang. Seluruh pembiayaan berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2025.
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kabupaten Blitar, Muhdianto, menjelaskan bahwa percepatan pembangunan dilakukan karena faskes yang direnovasi merupakan titik pelayanan yang cukup padat. Menurutnya, perbaikan sarana tersebut mendesak karena beberapa bangunan sudah tidak layak digunakan sebagai tempat pelayanan kesehatan.
“Seluruh proyek berjalan sesuai dengan rencana awal. Progres lapangan bagus dan tidak ada kendala berarti. Target kami, akhir Desember nanti semuanya sudah rampung dan bisa digunakan,” ujar Muhdianto, Jumat (21/11).
Baca Juga: Musim Hujan Melanda, Dishub Kabupaten Blitar Perketat Perawatan Lampu PJU
Dari empat titik yang dikerjakan, Pustu Tumpak Kepuh menjadi yang paling cepat progresnya. Hingga pertengahan November ini, progres pekerjaannya sudah mencapai 90 persen. Bangunan utama sudah berdiri dan tinggal penyelesaian tahap akhir.
Sementara itu, tiga lokasi lain Pustu Kaulon, Pustu Midodaren, dan Puskesmas Suruhwadang masih berada di kisaran 50–60 persen. Meski demikian, Muhdianto menegaskan bahwa seluruh pekerjaan masih dalam koridor waktu yang telah ditetapkan.
“Pustu Midodaren sekarang sudah masuk tahap finishing, tinggal pemasangan beberapa bagian saja. Untuk Puskesmas Suruhwadang tahapannya sudah memasuki perapian. Kami optimistis Desember selesai,” terangnya.
Pihak Dinkes juga melakukan pemantauan rutin ke lokasi untuk memastikan kualitas pekerjaan sesuai standar. Termasuk pengawasan material bangunan, spesifikasi teknis, serta aspek kenyamanan untuk pasien.
Baca Juga: Cetak Sejarah, Imigrasi Blitar Sabet Prestasi di Anugerah Humas Imigrasi Indonesia 2025
Menurut Muhdianto, peningkatan fasilitas kesehatan ini bukan sekadar perbaikan fisik. Tetapi bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan primer di tingkat paling dekat dengan masyarakat. Terlebih, wilayah Blitar selatan memiliki kondisi geografis yang menuntut kehadiran pelayanan kesehatan yang memadai.
“Dengan perbaikan sarana dan prasarana ini, masyarakat akan mendapatkan pelayanan yang jauh lebih baik. Ruang tunggu lebih nyaman, fasilitas pemeriksaan lebih lengkap, dan alur pelayanan bisa lebih tertata,” pungkasnya.
Editor : Fajar Rahmad Ali Wardana