Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Mengungkap Fakta Kasus HIV/AIDS di Kota Blitar, Dinkes: Penderita Diprediksi Lebih Banyak dari Data Tercatat

M. Subchan Abdullah • Senin, 24 November 2025 | 17:10 WIB

 

Mengungkap Fakta Kasus HIV/AIDS di Kota Blitar, Dinkes: Penderita Diprediksi Lebih Banyak dari Data Tercatat
Mengungkap Fakta Kasus HIV/AIDS di Kota Blitar, Dinkes: Penderita Diprediksi Lebih Banyak dari Data Tercatat

BLITAR – Upaya memperkuat langkah pencegahan penyebaran HIV/AIDS di Bumi Bung Karno terus digencarkan. Sebab, kasus HIV/AIDS diduga seperti fenomena gunung es.

Dengan kata lain, kasus penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh ini diperkirakan jauh lebih besar dibandingkan data resmi yang tercatat. Hal itu diungkapkan Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar, Dissie Laksmonowati Arlini.

Dia menegaskan banyak kasus HIV/AIDS tidak terdeteksi karena sebagian besar penderitanya enggan memeriksakan diri. “Kasus yang tercatat selama ini hanya yang melapor. Padahal yang tidak melapor kemungkinan jauh lebih banyak. Ini yang membuat penanganan harus lebih agresif,” ujarnya.

Menurut Dissie, penyebab HIV/AIDS sebagian besar berakar pada perilaku berisiko dan menyimpang. Hal ini membuat deteksi dini tidak mudah dilakukan. Masyarakat yang merasa memiliki potensi risiko tinggi sering kali enggan terbuka atau melakukan tes karena alasan stigma maupun ketakutan terhadap hasil.

Padahal, lanjut dia, pencegahan dan deteksi sejak dini sangat penting untuk memutus rantai penularan. Maka itu, dinkes menggencarkan edukasi terkait cara pencegahan. Bagi masyarakat umum, imbauan utamanya adalah menghindari perilaku risiko tinggi seperti hubungan seksual tidak aman dan penggunaan jarum suntik secara bergantian.

Sementara bagi pasangan sah, Dissie menekankan pentingnya menjaga komitmen. “Jika memang memiliki risiko, gunakan pengaman untuk mencegah penularan. Karena secara fisik, orang yang terjangkit HIV/AIDS tampak seperti orang sehat pada umumnya,” terangnya.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya nasional menuju target eliminasi HIV/AIDS pada 2030. Untuk itu, pemkot mengerahkan berbagai strategi, termasuk memperluas sosialisasi dan meningkatkan edukasi melalui fasilitas kesehatan, kader peduli AIDS, hingga komunitas dukungan sebaya. Seluruh elemen ini berperan aktif menyasar kelompok-kelompok yang rentan.

Tim fasyankes di setiap puskesmas, jelas dia, juga terus digerakkan untuk melaksanakan edukasi dan pelayanan tes HIV secara sukarela. Komunitas dukungan sebaya dilibatkan untuk mendampingi masyarakat yang membutuhkan informasi maupun konseling lebih lanjut. “Kami ingin masyarakat tidak takut memeriksakan diri. Justru semakin cepat diketahui, semakin besar peluang pencegahan penularan,” pungkasnya.

Dinkes juga berupaya menghilangkan stigma terhadap penderita HIV/AIDS dengan menggaungkan pemahaman bahwa penyakit ini tidak menyebar melalui aktivitas sosial biasa. Dengan pemahaman yang benar, masyarakat diharapkan tidak menjauhi atau mendiskriminasi penderita. (mg2/sub/c1/ady) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#fenomena gunung es #Dinas Kesehatan (Dinkes) #bumi bung karno #langkah pencegahan #hiv/aids #Kota Blitar