BLITAR - Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) kebutuhan pokok diprediksi meningkat. Kondisi tersebut berpotensi ikut mengerek harga.
Karena itu, jajaran kepolisian bersama dinas perdagangan dan perindustrian (disperindag) mulai rutin turun langsung memantau harga dan stok barang. Salah satunya adalah ketersediaan gas melon atau elpiji 3 kilogram di tingkat pangkalan.
Pengecekan dilakukan untuk memastikan suplai aman serta harga jual tetap mengikuti aturan pemerintah.
Kanit Tipiter Satreskrim Polres Blitar Kota, Iptu Yuno Sukaito, memimpin pengecekan di dua pangkalan di Bumi Bung Karno yang masing-masing berada di Jalan Beliton dan Jalan Kangean. Dia menyebutkan sidak tersebut merupakan langkah rutin untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan konsumsi masyarakat.
“Kami ingin memastikan distribusi gas melon bersubsidi ini selama Nataru tetap lancar dan tidak ada penyimpangan harga,” katanya, Minggu (23/11/2025).
Dari hasil pemantauan, seluruh pangkalan yang dikunjungi masih menjual elpiji 3 kilogram sesuai HET Rp18.000. Stok masih terbilang aman. Meski begitu, beberapa pemilik pangkalan meminta penambahan pasokan karena jumlah konsumen terus bertambah.
“Ya, dari segi harga di pangkalan masih aman ya di harga Rp 18.000. Harganya sesuai SK Gubernur Jatim,” tambahnya.
Sementara itu, Perwakilan Hiswana Migas, Candra Wijaya, memastikan bahwa suplai gas melon untuk wilayah Kota Blitar tetap terpenuhi. Dia menegaskan bahwa distribusi harian sejauh ini berada dikisaran 7.000 tabung per hari. Jumlah ini dinilai mencukupi kebutuhan rumah tangga.
“Sejauh ini pasokan elpiji di Blitar stabil, sekitar 7.000 tabung setiap hari. Semoga tidak ada gejolak dan aman di momen Nataru,” tandasnya.(mg2/c1/sub) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah