Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Konsumen Gas Melon Melonjak, Pemkab Blitar Usul Tambah Kuota Pasokan ke Pangkalan

Fajar Rahmad Ali Wardana • Selasa, 25 November 2025 | 17:00 WIB

 

Konsumen Gas Melon Melonjak, Pemkab Blitar Usul Tambah Kuota Pasokan ke Pangkalan
Konsumen Gas Melon Melonjak, Pemkab Blitar Usul Tambah Kuota Pasokan ke Pangkalan

BLITAR – Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan mengusulkan ke pemerintah pusat untuk menambah kuota gas melon di Kabupaten Blitar. Hal itu dilakukan usai melakukan monitoring pengawasan bersama Pertamina, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas), dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar di beberapa titik konsumen.

Koordinator Sumber Daya Alam Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Timur, Nurchayati mengungkapkan, dari hasil monitoring, beberapa pangkalan masih mengeluhkan minimnya suplai LPG 3 kilogram.

Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan distribusi elpiji subsidi berjalan sesuai peruntukan sekaligus menindaklanjuti keluhan terkait keterbatasan pasokan di sejumlah titik. “Sepertinya pasokannya kurang. Nanti Insyaallah saya akan komunikasi dengan Pertamina, barangkali memang perlu ditambah kuotanya. Tadi pangkalan juga menyampaikan keluhan yang sama,” ujarnya.

Nurchayati melanjutkan, pengajuan tambahan kuota harus melalui pemerintah pusat. Meski sering tidak dikabulkan, namun pihaknya tetap berusaha mengusulkan sesuai kebutuhan daerah. Pihaknya akan mengusulkan ke kementerian, hasil akhirnya mengikuti yang diberikan. “Pernah beberapa kali tidak dicukupi, tetapi juga pernah disetujui setelah kami sampaikan keluhan lapangan,” katanya.

Nurchayati menyebut, harga elpiji di Kabupaten Blitar masih dalam batas wajar. Di pangkalan, LPG 3 kg dijual dengan harga eceran Rp 18 ribu, sedangkan di tingkat pengecer harga berada di kisaran Rp 19 ribu–Rp 20 ribu.

Kondisi itu merupakan harga normal, sehingga tidak ada kenaikan harga. “Kabupaten Blitar itu dari dulu tertib sekali. Saya monitoring LPG sejak 2015, dan Blitar selalu bagus. Hampir tidak pernah ada pelanggaran di pangkalan. Dalam monitoring kali ini, tim melakukan pengecekan di beberapa lokasi, mulai dari laundry, rumah makan, hingga pangkalan LPG,” ungkapnya.

Tujuan monitoring ini utnuk memastikan penyaluran LPG subsidi tepat sasaran dan stok tersedia. Pihaknya sempat melakukan pengecekan di kafe dan laundry, dan mereka ternyata menggunakan LPG yang non subsidi sesuai regulasi yang ada.

Sementara itu, Ketua Korda LPG Hiswana Migas DPC Kediri, Chandra Wijaya memastikan, alokasi LPG di wilayah Blitar sejauh ini tersalurkan sesuai jadwal. Kondisi penyaluran dari SPBE sampai ke agen berjalan lancar, tidak ada kendala, sehingga alokasi juga sudah terpenuhi semua. “Tadi di sejumlah titik, termasuk laundry dan rumah makan, kami lihat tidak ada penyimpangan. Di pangkalan juga sudah ada pencatatan penyaluran sesuai peruntukannya,” katanya.

Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Chandra menyebut, Pertamina biasanya meningkatkan pengawasan melalui program Pertamina Siaga. Jika nantinya ada lonjakan permintaan, biasanya ada fasilitas tambahan.

Namun, sejauh ini belum ada informasi untuk permintaan tambahan kuota. “Meski jumlah alokasi berbeda-beda tiap pangkalan, namun total jatah harian untuk Kota Blitar mencapai sekitar 7 ribu tabung,” pungkasnya. (jar/ynu) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#gas melon #Kabupaten Blitar #Pemerintah Provinsi Jawa Timur #kuota #Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas #Pemkab Blitar #Pertamina #Monitoring