BLITAR - Sementara itu, ketersediaan LPG subsidi 3 kilogram di wilayah Kelurahan/Kecamatan Srengat terus dikeluhkan warga. Sebab, kebutuhan masyarakat Srengat cukup tinggi terhadap gas LPG ini, sehingga tidak sampai seminggu stok di pangkalan sudah kosong. Lokasi ini menjadi salah satu yang dilakukan monitoring oleh tim gabungan.
Kondisi stok yang kerap kurang membuat sejumlah warga terpaksa tidak kebagian saat membeli gas melon di pangkalan. Mereka terkadang membeli di luar desa, demi mendapatkan gas subsidi tersebut. Hal ini dibenarkan oleh Bambang, pemilik salah satu pangkalan LPG di wilayah setempat.
“Pasokan LPG yang saya terima selama ini tidak mencukupi kebutuhan masyarakat sekitar. Selalu kurang stoknya, jadi banyak warga yang tidak menerima. Saya sudah mengajukan tambahan kepada pemerintah provinsi, pertamina dan hiswana saat monitoring hari ini (kemarin, red),” ujarnya.
Bambang melanjutkan, distribusi LPG ke pangkalannya berlangsung sekali dalam satu minggu, namun jumlah tabung yang diterima tidak menentu. Sebab, kadang dapat 90 tabung, 85 tabung kadang 100 tabung dan jumlah itu untuk lingkungan sekitar rumah Bambang masih kurang. Harapannya ada penambahan suplai tabung dari agen, karena pasokan terbatas.
Dia menyebut, jumlah ideal adalah 200 tabung per pengiriman dan memperkirakan jika diberikan kuota 200 tabung tiap pengiriman, semua warga menerima dan tidak ada yang titip tabung. “Kalau dikasih 200 tabung ya tentu mau. Insyaallah kalau jumlahnya segitu, sudah aman. Nantinya, warga tidak perlu titip tabung dulu seperti sekarang,” katanya.
Selain LPG 3 kilogram, pangkalan miliknya juga menjual tabung LPG ukuran 5 kilogram dan 12 kilogram. Untuk permintaan, dia menyebut, LPG 5 kilogram cukup diminati warga dan langsung habis. Sedangkan 12 kilogram, masih jarang ada yang menginginkannya.
Terkait harga, Bambang memastikan, LPG 3 kilogram dijual sesuai ketentuan pangkalan, yakni Rp 18 ribu per tabung. Sementara LPG 5 kilogram Rp 94.500. Menurutnya, sejauh ini kendala terbesar dalam pelayanan di pangkalannya hanya soal keterbatasan stok. “Kami berharap dapat menambah kuota pasokan agar distribusi LPG di Srengat dapat lancar dan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” pungkasnya. (jar/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah