BLITAR – Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Blitar mencatat dominasi penanganan kasus non-kebakaran sepanjang 2025. Berdasarkan rekapitulasi hingga Oktober 2025, jumlah laporan non-kebakaran mencapai 219 kejadian, jauh lebih tinggi dibandingkan insiden kebakaran yang tercatat 39 laporan. Kondisi ini sekaligus mempertegas kebutuhan masyarakat terhadap layanan penyelamatan, kini tidak hanya berfokus pada penanganan api, tetapi juga pada bantuan darurat sehari-hari.
Kasi Pemadaman, Penyelamat, dan Sarana Prasarana Damkar Kabupaten Blitar, Tedi Prasojo mengatakan, tren ini terus berulang setiap tahun. Menurutnya, permintaan evakuasi hewan, gangguan darurat di rumah warga, hingga penyelamatan akibat kelalaian masyarakat menjadi laporan yang paling sering masuk.
“Mayoritas laporan yang kami tangani memang bukan kebakaran, tetapi kasus penyelamatan. Banyak kasus terjadi karena human error, sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan,” jelasnya.
Pada layanan non-kebakaran, permintaan evakuasi sarang tawon masih menjadi yang tertinggi, disusul penanganan ular, penyelamatan hewan peliharaan yang terjebak, hingga cincin tersangkut di jari warga. Situasi ini menunjukkan bahwa damkar tidak hanya menjadi garda terdepan dalam kebakaran, tetapi juga bertugas menghadapi berbagai keadaan darurat di lingkungan masyarakat.
Sementara itu, kasus kebakaran yang tercatat sepanjang Januari hingga Oktober 2025 tergolong lebih rendah meski tetap beragam. Insiden meliputi kebakaran rumah tinggal, toko, bangunan usaha, hingga fasilitas publik lainnya.
Meskipun jumlahnya tidak sebesar laporan non-kebakaran, Tedi menegaskan, setiap kejadian kebakaran tetap ditangani dengan prosedur prioritas keselamatan.
Ia juga mengingatkan, memasuki musim penghujan, potensi kebakaran masih bisa meningkat akibat korsleting listrik dan kelalaian aktivitas domestik. Damkar tetap menyiagakan personel dan armada untuk merespons cepat seluruh laporan yang masuk.
“Kami tetap siaga untuk semua jenis kejadian, baik kebakaran maupun non-kebakaran. Yang terpenting masyarakat tetap waspada dan melaporkan kejadian secepatnya,” tegasnya.
Dengan tingginya angka penanganan non-kebakaran, damkar berharap, masyarakat semakin memahami pentingnya kewaspadaan dasar dalam beraktivitas. “Kami siap membantu, tetapi kewaspadaan masyarakat adalah hal yang paling utama,” tutup Tedi. (kho/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah