BLITAR – Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di Jalan Raya Desa Jiwut, Kecamatan Nglegok, Sabtu (22/11/2025) malam. Dua pelajar asal Nglegok meninggal dunia setelah sepeda motor Honda PCX yang mereka kendarai menabrak sebuah dump truck Daihatsu yang sedang parkir di tepi jalan.
Kasihumas Polres Blitar Kota, Iptu Samsul Anwar membenarkan, peristiwa kecelakaan yang melibatkan R6 dump truck dengan nomor polisi AG 8593 UZ dan sepeda motor Honda PCX AG 6842 KDV.
Pengendara motor diketahui bernama AR, 17, pelajar asal Kelurahan Nglegok. Ia mengalami luka pada bagian kepala, tangan, dan kaki. Sementara penumpangnya, RR, 16, juga mengalami luka serupa. “Keduanya sempat dievakuasi ke rumah sakit, namun dinyatakan meninggal dunia saat dalam perjalanan,” katanya.
Diketahui, truk yang dikemudikan Ahmad Afandi, 42, warga Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, saat kejadian sedang berhenti di lajur timur. “Dugaan awal, pengendara kurang konsentrasi kemudian menabrak truk pengangkut pasir yang sedang parkir di tepi jalan,” jelas Iptu Samsul Anwar.
Hasil olah TKP menunjukkan, benturan terjadi saat sepeda motor melaju dari arah utara ke selatan dan langsung mengenai bagian belakang truk. Barang bukti yang diamankan berupa satu unit dump truck Daihatsu AG 8593 UZ dan satu unit Honda PCX AG 6842 KDV.
Kerugian material ditaksir mencapai Rp1 juta. Polisi masih melakukan pendalaman terkait posisi parkir kendaraan serta kondisi penerangan di lokasi kejadian.
Kasihumas Polres Blitar Kota mengimbau masyarakat, terutama pengendara usia muda, untuk lebih berhati-hati dan mengutamakan konsentrasi saat berkendara, mengingat jalur tersebut cukup gelap dan sering dilalui kendaraan besar. Di sisi lain, lokasi tersebut memang diketahui memiliki penerangan jalan yang minim.
Salah satu pengendara yang melintas, Dian juga mengkonfirmasi kondisi jalan tersebut. Sebenarnya jalan dalam kondisi yang baik.
Sayangnya, penerangannya minim, jadi jika malam pengelihatan jadi terbatas. Hingga berita ini ditulis, pihak Satlantas Polres Blitar Kota belum memberikan keterangan lebih lanjut saat dihubungi oleh Radar Penataran. (kho/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah