Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

DKPP Kabupaten Blitar Tekan Inflasi Lewat Budidaya Cabai dan Dukungan Petani Tembakau

Fajar Rahmad Ali Wardana • Rabu, 26 November 2025 | 01:14 WIB

Kepala Bidang Sarana Tanaman Pangan dan Holtikultura DKPP Kabupaten Blitar, Siswoyo Adi Prasetyo
Kepala Bidang Sarana Tanaman Pangan dan Holtikultura DKPP Kabupaten Blitar, Siswoyo Adi Prasetyo

Blitar - Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar pada tahun ini dimanfaatkan untuk memperkuat sektor pertanian, khususnya komoditas yang berpotensi menjaga stabilitas pasokan pangan dan menekan inflasi daerah. Tidak hanya itu, juga untuk mendukung petani tembakau.

Kepala Bidang Sarana Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPP Kabupaten Blitar, Siswoyo Adi Prasetyo. Menurutnya, DBHCHT dibagi ke beberapa bidang, salah satunya bidang yang dia pimpin, yaitu Sarana Tanaman Pangan dan Hortikultura. Alokasi anggaran tersebut digunakan untuk pembinaan lingkungan sosial, dengan fokus pada pengembangan komoditas cabai rawit.

“Anggaran itu kami gunakan untuk pengembangan cabai rawit. Sasarannya kelompok tani penerima, dengan lokasi berada di empat kecamatan,” ujar Siswoyo yang ditemui di kantornya, Selasa (25/11).

Baca Juga: TEGANG! Cek Saldo KKS Mandiri BPNT Tahap 4 Zong 24 November 2025 di Ciamis: KPM BPNT Murni Gigit Jari, Nasib Bansos Susulan Dipertanyakan

Empat kecamatan tersebut adalah Doko, Garum, Nglegok, dan Srengat. Para petani cabai di wilayah itu menerima bantuan berupa bibit, mulsa, pupuk kandang, hingga pupuk NPK. Program ini diarahkan untuk mendorong petani melakukan tanam off season, terutama pada musim penghujan.

Siswoyo menjelaskan, pada musim hujan petani di Blitar, khususnya wilayah utara, umumnya memilih menanam padi. Kondisi ini dapat mengakibatkan berkurangnya pasokan cabai di pasar. Padahal, komoditas cabai dikenal sebagai salah satu penyumbang inflasi terbesar.

“Karena itu, kami perlu mengembangkan tanam cabai off season. Komoditas cabai ini kan penyumbang inflasi, jadi kita dorong agar produksinya tetap aman supaya harga bisa dikendalikan,” tuturnya.

Baca Juga: Vikinaki Resmi Menikah dengan Tinan Rose, Perjalanan Cinta Diam-Diam Akhirnya Terbuka Publik

Selain pengembangan cabai, DBHCHT juga digunakan untuk mendukung petani tembakau. Siswoyo yang kini juga menjabat sebagai Plt. Kepala Bidang Sarana Perkebunan menyebut bahwa pihaknya menganggarkan bantuan sarana produksi berupa alat pertanian.

Beberapa alat yang disiapkan antara lain hand traktor, kultivator, serta alat pascapanen berupa mesin perajang tembakau. Semua peralatan tersebut akan disalurkan kepada kelompok tani tembakau di Kabupaten Blitar.

Tidak hanya itu, DKPP juga memfasilitasi bimbingan teknis bagi petani tembakau, terutama mereka yang kini menjalin kemitraan dengan PT Djarum. Kemitraan ini difokuskan di wilayah Blitar Selatan.

Baca Juga: FOKUS UTAMA! BPNT Tahap 4 Belum Cair November 2025, KPM Resah KKS 'Zong' di Akhir Bulan! Sementara Bantuan Pangan Beras dan BLT Kesra Disalurkan Merat

Siswoyo menegaskan bahwa seluruh upaya ini dilakukan agar pemanfaatan DBHCHT benar-benar dirasakan petani, baik petani cabai maupun tembakau. Dukungan sarana, pelatihan, hingga kemitraan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menguatkan ketahanan ekonomi petani.

“Sekarang sedang uji coba kemitraan dengan PT Djarum seluas 13 hektare. Hasil panennya sudah dibeli PT Djarum dan lolos uji laboratorium untuk kadar nikotin dan gula. Tahun depan targetnya dikembangkan menjadi 50 hektare,” jelasnya.

 

Editor : Fajar Rahmad Ali Wardana
#petani #DBHCHT #cabai #pasar #blitar #pupuk #DKPP #npk #tembakau #kecamatan #hujan