Blitar - Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar pada tahun ini dimanfaatkan untuk memperkuat sektor pertanian, khususnya komoditas yang berpotensi menjaga stabilitas pasokan pangan dan menekan inflasi daerah. Tidak hanya itu, juga untuk mendukung petani tembakau.
Kepala Bidang Sarana Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPP Kabupaten Blitar, Siswoyo Adi Prasetyo. Menurutnya, DBHCHT dibagi ke beberapa bidang, salah satunya bidang yang dia pimpin, yaitu Sarana Tanaman Pangan dan Hortikultura. Alokasi anggaran tersebut digunakan untuk pembinaan lingkungan sosial, dengan fokus pada pengembangan komoditas cabai rawit.
“Anggaran itu kami gunakan untuk pengembangan cabai rawit. Sasarannya kelompok tani penerima, dengan lokasi berada di empat kecamatan,” ujar Siswoyo yang ditemui di kantornya, Selasa (25/11).
Empat kecamatan tersebut adalah Doko, Garum, Nglegok, dan Srengat. Para petani cabai di wilayah itu menerima bantuan berupa bibit, mulsa, pupuk kandang, hingga pupuk NPK. Program ini diarahkan untuk mendorong petani melakukan tanam off season, terutama pada musim penghujan.
Siswoyo menjelaskan, pada musim hujan petani di Blitar, khususnya wilayah utara, umumnya memilih menanam padi. Kondisi ini dapat mengakibatkan berkurangnya pasokan cabai di pasar. Padahal, komoditas cabai dikenal sebagai salah satu penyumbang inflasi terbesar.
“Karena itu, kami perlu mengembangkan tanam cabai off season. Komoditas cabai ini kan penyumbang inflasi, jadi kita dorong agar produksinya tetap aman supaya harga bisa dikendalikan,” tuturnya.
Baca Juga: Vikinaki Resmi Menikah dengan Tinan Rose, Perjalanan Cinta Diam-Diam Akhirnya Terbuka Publik
Selain pengembangan cabai, DBHCHT juga digunakan untuk mendukung petani tembakau. Siswoyo yang kini juga menjabat sebagai Plt. Kepala Bidang Sarana Perkebunan menyebut bahwa pihaknya menganggarkan bantuan sarana produksi berupa alat pertanian.
Beberapa alat yang disiapkan antara lain hand traktor, kultivator, serta alat pascapanen berupa mesin perajang tembakau. Semua peralatan tersebut akan disalurkan kepada kelompok tani tembakau di Kabupaten Blitar.
Tidak hanya itu, DKPP juga memfasilitasi bimbingan teknis bagi petani tembakau, terutama mereka yang kini menjalin kemitraan dengan PT Djarum. Kemitraan ini difokuskan di wilayah Blitar Selatan.
Siswoyo menegaskan bahwa seluruh upaya ini dilakukan agar pemanfaatan DBHCHT benar-benar dirasakan petani, baik petani cabai maupun tembakau. Dukungan sarana, pelatihan, hingga kemitraan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menguatkan ketahanan ekonomi petani.
“Sekarang sedang uji coba kemitraan dengan PT Djarum seluas 13 hektare. Hasil panennya sudah dibeli PT Djarum dan lolos uji laboratorium untuk kadar nikotin dan gula. Tahun depan targetnya dikembangkan menjadi 50 hektare,” jelasnya.
Editor : Fajar Rahmad Ali Wardana