BLITAR - Sementara itu, program Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) menyasar warga yang belum pernah mendapatkan bantuan. Tentu antusiame warga tinggi dan memenuhi kantor pos yang ada di tiap kecamatan.
Dalam minggu ini, Kantor Pos Kademangan dan Sutojayan lebih dulu menyalurkan BLTS Kesra kepada ribuan penerima manfaat. Sejak pagi hingga siang, warga memenuhi kantor pos, membawa fotokopi kartu identitas dan kartu keluarga (KK).
Siti Muntaha, warga Desa Jimbe, Kecamatan Kademangan, mengaku menerima bantuan tersebut untuk pertama kalinya. Saat ditemui, Siti tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Dia mengaku terkejut saat diberi tahu ketua RT bahwa namanya masuk sebagai penerima BLTS Kesra.
“Masih kaget, Mas. Dan tidak percaya saya menerima bantuan sosial ini. Alhamdulillah. Selasa pagi, ketika saya membersihkan rumah, Pak RT memberi tahu dan minta saya baca pemberitahuannya,” ujarnya yang terharu mendapatkan bantuan ini.
Sehari-hari, perempuan 62 tahun ini bekerja sebagai buruh tani. Dengan usia yang tidak lagi muda, pekerjaannya bergantung pada upah harian yang tidak menentu. Karena itu, bantuan Rp 900 ribu yang diterimanya tentu sangat berarti. “Rencananya untuk kebutuhan sehari-hari, Mas. Saya janda, jadi apa yang ada ya saya syukuri,” tuturnya.
Siti berharap bantuan semacam ini bisa dirasakan warga kurang mampu lainnya di desanya. Dia menyadari tidak semua tetangganya mendapatkan kesempatan yang sama. “Kalau bisa merata, alhamdulillah. Rezeki kan sudah ada bagiannya masing-masing. Yang penting bantuan itu sampai ke wong-wong sing butuh,” katanya.
Sementara itu, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Kademangan, Nurdiansyah Hadi Prasetyo menyebutkan, kendala yang muncul lebih banyak terkait kondisi penerima manfaat. Salah satu hambatan terbesar adalah lokasi penyaluran yang mengharuskan keluarga penerima manfaat (KPM) datang langsung ke kantor pos.
“Kendalanya mungkin dari lokasi, Mas. Karena sebelumnya penyaluran dilakukan di kantor desa, sekarang harus ke kantor pos. Ada penerima yang sakit atau sedang di luar kota. Itu yang jadi perhatian,” tutur Pras, sapaan akrabnya.
Meski begitu, teknis penyaluran masih memberi kelonggaran untuk kondisi tertentu. Sebab, banyak KPM yang sakit atau dengan kondisi tertentu bisa menunjuk wakilnya untuk mengambil bantuan BLTS Kesra. Dalam pantauan di lokasi, banyak penerima yang diwakili anak muda. Sebagian dari mereka datang menggantikan orang tua yang sakit atau tidak bisa hadir.
Penyaluran BLTS Kesra di Kecamatan Kademangan dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mengingat adanya 15 desa yang dibagi menjadi tiga desa per hari. Setiap harinya pelayanan dibuka mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.
“Ada yang mewakili, ada yang memang sebagai penerima langsung. Dan anak muda yang terlihat hadir ini nanti juga masuk data penerima bantuan pangan,” pungkasnya. (jar/c1/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah