BLITAR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar mengingatkan masyarakat usia produktif untuk tidak mengabaikan kebutuhan istirahat harian, terutama tidur malam. Kurangnya waktu tidur yang ideal atau kebiasaan begadang disebut sebagai pemicu utama gangguan kesehatan yang kini marak. Termasuk penyakit asam lambung (gerd) dan menurunnya fungsi organ vital.
Kepala Dinkes Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawati menegaskan, pola hidup sehat harus mencakup istirahat yang cukup dengan batas minimal 6 hingga 8 jam per hari. "Tubuh kita memiliki jam biologis. Malam hari adalah waktu yang vital, saat organ-organ seperti liver (hati), ginjal, dan empedu bekerja untuk proses detoksifikasi atau pembersihan alami," jelasnya.
dr Christine menyampaikan, jika seseorang begadang, maka organ tubuh tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya. Jika begadang, organ-organ tidak dapat bekerja optimal dan hal ini membawa risiko buruk jangka panjang, khususnya bagi mereka yang memiliki tuntutan kerja sif malam.
Pekerja sif malam wajib pandai mengatur jadwal agar kebutuhan tidur minimal 6 jam tetap terpenuhi, meskipun waktu istirahat harus diambil di siang hari. Selain mengganggu fungsi organ detoksifikasi, kebiasaan begadang juga menjadi faktor pemicu utama penyakit lambung seperti gerd. "Lambung kita harusnya beristirahat di malam hari. Ketika kita begadang dan membiarkan perut kosong, lambung tetap berkontraksi dan mengeluarkan asam," lanjutnya.
Asam lambung yang bersifat korosif ini jika terus diproduksi tanpa ada makanan akan berpotensi melukai dinding lambung. Terkait tidur siang (napping), dr Christine menyatakan hal itu tidak wajib bagi orang dewasa yang sudah cukup tidur malam. Namun, tidur siang menjadi wajib bagi anak-anak karena memberikan kesempatan pada tubuh untuk mengganti sel-sel yang rusak demi tumbuh kembang mereka.
Dinkes Blitar mengimbau seluruh masyarakat agar menjaga keseimbangan pola hidup, salah satunya dengan istirahat yang cukup. Jangan hanya fokus pada pekerjaan. Istirahat dan pengelolaan stres adalah bagian tak terpisahkan dari pencegahan munculnya penyakit di usia produktif, seperti hipertensi dan diabetes. (kho/c1/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah