BLITAR – Pencarian APN, bocah berusia 8 tahun yang diduga tenggelam di sungai proyek yang ada di kawasan Desa Jaten, Kecamatan Wonodadi, masih belum membuahkan hasil. Hingga kini, tim gabungan masih melakukan proses pencarian. Bahkan, proses pencarian berlanjut di kawasan Sungai Brantas di wilayah Kabupaten Kediri.
Hal tersebut dikonfirmasi Kapolsek Wonodadi, Iptu M Ali Sukron. Dia mengungkapkan bahwa pencarian sebelumnya masih belum membuahkan hasil hingga memasuki hari kelima. Saat ini, tim gabungan masih beroperasi untuk melakukan pencarian korban.
"Jadi hari ini (kemarin, Red) sudah memasuki hari keenam pencarian. Tiga pilar masih melanjutkan pelaksanaan pencairan anak hilang yang diduga tenggelam di sungai," paparnya.
Proses pencarian sudah dilakukan dengan menyusuri sungai. Saat ini, proses pencarian sudah memasuki kawasan Sungai Brantas menggunakan perahu karet. Wilayah pencariannya saat ini sudah masuk ke Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.
Di samping itu, dia juga mengutarakan hingga kini masih belum ada saksi yang mengetahui bahwa korban benar-benar hanyut di sungai. "Jadi tidak ada yang benar-benar tahu jika korban hanyut, karena tidak ada saksi," pungkasnya.
Sebagai informasi, korban diketahui hilang sejak Rabu (19/11/2025) sore. Sebelum insiden hilangnya korban terjadi, bocah berusia 8 tahun ini terlihat bermain air hujan di depan rumah. Berdasarkan keterangan saksi, korban sempat berjalan menuju arah Sungai Proyek Jaten.
Sungai tersebut diketahui hanya berjarak lebih kurang 100 meter dari rumahnya. Keluarga korban dan warga setempat sempat melakukan pencarian korban pada Rabu (19/11/2025) hingga pukul 21.00 WIB. Karena belum membuahkan hasil, pencarian dilanjutkan pada Kamis (20/11/2025).
Namun, korban tak kunjung ditemukan setelah pencarian selama dua hari oleh keluarga dan warga setempat. Pada Jumat (21/11/2025), keluarga korban melaporkan kejadian tersebut kepada polisi dan BPBD Kabupaten Blitar. (kho/c1/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah