BLITAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar sedang menyiapkan penyaluran seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP se-Kota Blitar. Rencananya, pembagian tersebut dijadwalkan berlangsung bulan depan. Untuk itu, proses pengadaan yang sedang berjalan terus dikejar agar segera kelar.
Informasinya, saat ini proses pengukuran ukuran seragam di sekolah hingga tahap penjahitan yang ditangani pihak penyedia sedang dilaksanakan.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Blitar, Dindin Alinurdin menegaskan, jadwal distribusi tetap mengacu pada target awal. Dia menyebutkan bahwa sejak perencanaan menargetkan pada awal Desember menjadi waktu yang dikejar untuk distribusi, selama tidak ada hambatan dalam proses pengerjaan.
“Kalau semua tahap beres dan tidak ada kendala, dimungkinkan pada awal Desember sudah bisa dibagikan kepada penerima,” ujarnya kepada Koran ini, Kamis (27/11/2025) kemarin.
Dindin menegaskan bahwa kualitas seragam ini diawasi secara ketat. Pemerintah, ujar dia, memberi perhatian pada ketahanan bahan dan kerapian jahitan.
Bahkan tidak menutup kemungkinan dilakukan evaluasi kembali apabila ditemukan seragam yang tidak memenuhi standar mutu. “Kami tidak ingin kualitas tidak standar, maka proses evaluasi terus dilakukan,” akunya.
Untuk program seragam gratis tahun ini, ungkap dia, sesuai dengan perencanaan dan proses evaluasi kali ini diperuntukkan bagi siswa SD kelas satu hingga empat, serta peserta didik baru SMP yang masih duduk di kelas tujuh.
"Seluruh siswa yang masuk sasaran sudah menjalani pengukuran langsung di sekolah masing-masing, untuk memastikan ukuran seragam sesuai sebelum dijahit dan diselesaikan oleh pihak penyedia," ungkapnya.
Pemkot Blitar sebelumnya menyiapkan anggaran sekitar Rp 2 miliar untuk memenuhi kebutuhan pengadaan program seragam gratis tahun ini. Seragam tersebut akan diberikan dalam bentuk pakaian jadi, bukan kain, sehingga siswa dapat langsung mengenakannya setelah proses distribusi dilakukan. “Kenapa bukan kain, karena kami ingin agar pakaian ini bisa segera dimanfaatkan oleh para penerima secepat mungkin,” akunya.
Menurut Dindin, ketepatan waktu penyelesaian pekerjaan menjadi perhatian agar seragam dapat segera diterima siswa sesuai jadwal yang telah ditentukan untuk program gratis ini. “Kami berharap prosesnya lancar sampai akhir, supaya proses pembagian bisa berjalan tanpa penundaan juga tentunya,” bebernya. (mg2/c1/ady) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah