BLITAR - Anggota DPRD Kota Blitar dari fraksi PPP, Nuhan Eko Wahyudi, menilai proyek revitalisasi sirkuit yang anggarannya naik dari Rp 5,6 miliar menjadi sekitar Rp 8 miliar perlu dihitung matang manfaat ekonominya.
Dia mengingatkan bahwa setiap pembangunan besar harus selaras dengan dokumen perencanaan daerah dan memiliki rencana bisnis yang jelas.
Menurut Nuhan, proyek tersebut boleh dijalankan sepanjang kesesuaian antara RPJMD, RKPD, hingga KUA-PPAS terpenuhi. Namun, dia menekankan bahwa pembangunan tidak boleh berhenti pada urusan fisik.
“Ketika menganggarkan, harus ada RBA-nya. Jangan hanya membangun, tapi kemudian tidak menghasilkan PAD,” ujarnya kepada Koran ini kemarin (27/11/2025).
Nuhan mencontohkan kondisi sirkuit saat ini yang lebih banyak digunakan sebagai ruang publik. Dia berharap, setelah revitalisasi, fasilitas tersebut memiliki nilai balik modal.
“Kalau anggarannya Rp 8 miliar, idealnya dalam setahun bisa menghasilkan hingga Rp1 miliar,” imbuhnya.
Dia juga menyinggung pemangkasan anggaran di pos lain yang membuat pemerintah daerah perlu lebih cermat memilih program. Menurutnya, program prioritas semestinya diarahkan pada yang mampu mendorong pendapatan asli daerah, bukan sekadar pembangunan yang bersifat pelayanan.
Terkait potensi PAD dari sirkuit, Nuhan menyebut informasi dari tim anggaran yang menyatakan fasilitas itu nantinya dapat digunakan untuk event skala Jawa Timur hingga nasional. Sumber pendapatan berasal dari sewa kegiatan.
“Kalau klaimnya bisa Rp 1 miliar per tahun, nanti itu yang akan kami tagih,” katanya. (mg2/c1/ady) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah