Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Ironi, Ketika Generasi Muda di Blitar Kurang Miliki Minat Bertani, Pemkab Ungkap Faktornya

Fajar Rahmad Ali Wardana • Jumat, 28 November 2025 | 19:00 WIB

 

Ironi, Ketika Generasi Muda di Blitar Kurang Miliki Minat Bertani, Pemkab Ungkap Faktornya
Ironi, Ketika Generasi Muda di Blitar Kurang Miliki Minat Bertani, Pemkab Ungkap Faktornya

BLITAR - Regenerasi petani di Kabupaten Blitar masih menjadi pekerjaan rumah besar. Sebab masih sedikit petani milenial yang berminat pada tanaman pangan. Padahal, banyak anak muda visioner yang mungkin belum terfasilitasi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar, Setiyana mengungkapkan, hingga saat ini sektor pertanian, khususnya tanaman pangan seperti padi dan jagung, masih didominasi oleh petani berusia lanjut.petani

“Petani milenial untuk tanaman pangan itu masih sangat sedikit. Kebanyakan milenial lebih tertarik ke hortikultura dan pada metode hidroponik yang lebih praktis untuk praktiknya,” ujarnya.

Setiyana melanjutkan, kondisi ini menjadi kekhawatiran tersendiri mengingat kebutuhan pangan akan terus meningkat. Apalagi, manusia tentu membutuhkan makanan pokok, seperti beras dan jagung. Namun, jika tidak ada kontribusi dari kaum milenial, diperkirakan 10-20 tahun ke depan bisa saja kesulitan. Termasuk sektor perdagangan juga akan terdampak dengan kendala macetnya regenerasi petani ini.

Maka dari itu, untuk mendorong minat generasi muda, DKPP menyiapkan sejumlah program dan kegiatan khusus. Salah satunya menyiapkan lahan lapang khusus bagi petani milenial sebagai ruang belajar, praktik, dan inovasi.

Dengan langkah ini, dia berusaha menarik minat generasi muda untuk menjadi petani. “Kami berupaya menarik dan mendukung anak muda agar senang menjadi petani. Tidak hanya itu, tentu untuk mendorong generasi milenial mau terjun ke pertanian. Ini sedang kami pikirkan dan jalankan,” ungkapnya.

Setiyana menilai banyak anak muda sebenarnya memiliki cara pandang yang lebih maju terhadap pertanian modern. Seperti penggunaan green house atau teknologi budi daya terbaru. Namun, minat mereka masih jarang diarahkan ke sektor pangan.

Padahal, Kabupaten Blitar memiliki potensi pertanian yang besar dengan sumber daya alam yang subur. Tentu pertanian Bumi Penataran luar biasa. Hal ini menjadi peluang besar untuk mengajak kaum muda ikut berkontribusi, terutama di komoditas pangan.

Selain tanaman pangan, DKPP juga tengah menyusun program untuk mengajak milenial terlibat di berbagai komoditas lain, seperti bawang merah dan hortikultura. Hal ini menjadi pemikiran dan program yang sedang dilakukan oleh DKPP. “Kami berharap regenerasi petani dapat berjalan lebih cepat sehingga ketahanan pangan daerah tetap terjaga,” pungkasnya. (jar/c1/ynu) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#petani #anak muda #Kabupaten Blitar #petani milenial #tanaman pangan