Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Tingkat Pengangguran Terbuka di Blitar Capai 4,49 Persen, Pemkab Gerak Cepat Buka Job Fair

Fajar Rahmad Ali Wardana • Jumat, 28 November 2025 | 17:35 WIB

 

Tingkat Pengangguran Terbuka di Blitar Capai 4,49 Persen, Pemkab Gerak Cepat Buka Job Fair
Tingkat Pengangguran Terbuka di Blitar Capai 4,49 Persen, Pemkab Gerak Cepat Buka Job Fair

BLITAR - Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar menekan angka pengangguran mulai menunjukkan hasil. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kabupaten Blitar pada 2023 hingga 2025 mengalami penurunan.

Salah satunya dampak adanya job fair yang sudah dua kali diadakan. Pada 2024, angka TPT menjadi 4,77 persen atau lebih rendah 0,14 persen dibanding 2023 yang mencapai 4,91 persen. Untuk menjaga tren positif, tahun ini angka TPT juga mengalami penurunan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar, Ivong Berttyanto mengatakan, job fair yang berlangsung pada 27–28 November menjadi salah satu instrumen utama pemerintah dalam menurunkan angka pengangguran.

Dia menyebut, kegiatan ini efektif mempertemukan pencari kerja (pencaker) dengan perusahaan secara langsung sehingga peluang terserapnya tenaga kerja lebih besar. “Penurunan TPT ini harus terus kita dorong.

Karena itu, job fair digelar dua kali pada 2025. Januari sampai Agustus 2025 sudah menyentuh 4,49 persen TPT. Tentu masih menjadi pekerjaan rumah bagi kami untuk bisa menekan pengangguran,” ujar Ivong yang ditemui di kantornya, Kamis (27/11/2025).

Ivong melanjutkan, jumlah paling banyak dari lulusan SMA sederajat yang menganggur di Kabupaten Blitar. Maka dari itu, pengurangan angka pengangguran adalah salah satu prioritas yang diminimalisasi oleh Pemkab Blitar. Adanya 42 perusahaan yang ikut serta dalam job fair ini dapat menampung 1.600 pencaker yang sudah tervalidasi untuk hadir.

Menurutnya, perusahaan peserta tidak hanya berasal dari Kabupaten dan Kota Blitar, tetapi juga Malang, Surabaya, hingga Bekasi. Untuk mekanisme pendaftaran, pencaker diberikan dua pilihan yakni melalui online atau datang langsung.

“Penurunan TPT menunjukkan iklim ketenagakerjaan di Kabupaten Blitar mulai membaik. Namun, pemerintah tetap harus memperluas akses informasi lowongan kerja agar tidak ada pencaker yang tertinggal,” ungkapnya.

Dengan berbagai peluang yang ditawarkan, disnaker berharap gelaran job fair dapat menjaga tren penurunan angka pengangguran terbuka sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi warga Kabupaten Blitar.

Saat job fair, antusiasme pencaker terlihat sejak pagi. Salah satunya Ardiga Prabandis, warga Kecamatan Gandusari. Dia datang mencari lowongan yang sesuai dengan latar belakangnya di bidang pariwisata. “Masih lihat-lihat dulu. Semoga ada lowongan sesuai bidang saya,” ujarnya.

Ardiga mengakui pernah mendapat pekerjaan melalui job fair sebelumnya sehingga menilai kegiatan semacam ini sangat membantu pencaker. “Sangat membantu. Bisa langsung tahu cocok atau tidaknya,” pungkasnya. (jar/c1/ynu) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#tingkat pengangguran terbuka (TPT) #Kabupaten Blitar #angka pengangguran #badan pusat satistik #Pemkab Blitar