Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Dinkes Kabupaten Blitar Ungkap Masalah Serius Kesehatan Masyarakat Usia Produktir

Akhmad Nur Khoiri • Jumat, 28 November 2025 | 17:41 WIB

 

Dinkes Kabupaten Blitar Ungkap Masalah Serius Kesehatan Masyarakat Usia Produktir
Dinkes Kabupaten Blitar Ungkap Masalah Serius Kesehatan Masyarakat Usia Produktir

BLITAR – Lonjakan penyakit tidak menular (PTM) di kalangan usia produktif Kabupaten Blitar mengirim sinyal bahaya bagi generasi pekerja. Di tengah ritme hidup modern yang serbacepat, kebiasaan begadang, pola makan tidak teratur, konsumsi gula tinggi, duduk terlalu lama, hingga stres berkepanjangan, menjadi faktor yang memicu meningkatnya kasus penyakit kronis di usia 15–64 tahun.

‎Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawati menjelaskan, data laporan penyakit 2025 menunjukkan hipertensi masih mendominasi dengan 20.081 kasus. Menyusul di bawahnya, diabetes mencatat 7.232 kasus, hiperkolesterol 1.448 kasus, serta penyakit jantung dan stroke yang masing-masing berada di angka 1.173 dan 1.171 kasus.

“Mayoritas penyakit pada usia produktif adalah penyakit tidak menular. Akar masalahnya adalah pola hidup sehari-hari yang tidak seimbang,” ujarnya.

‎Menurut dr Christine, masyarakat perlu kembali pada lima pilar penting pola hidup sehat: makanan, aktivitas kerja, olahraga, istirahat, dan pengelolaan stres. Dia mencontohkan, banyak pekerja yang melewatkan sarapan atau makan tidak teratur sehingga memicu gangguan lambung dan metabolisme.

“Kalau berbicara pola hidup, ada lima hal yang harus diperhatikan. Makanan, aktivitas, olahraga, waktu istirahat, dan cara mengelola stres,” tegasnya.

‎Dalam hal asupan, Dinkes Kabupaten Blitar menekankan pentingnya mengikuti panduan Isi Piringku dengan pembagian seimbang karbohidrat, protein, serta sayur dan buah. Termasuk membatasi konsumsi gula harian yang kini sering terlewati karena tren minuman dan jajanan kekinian.

“Kalau dulu itu ada Empat Sehat Lima Sempurna. Tapi saat ini komposisinya sudah diganti menjadi Isi Piringku,” jelasnya.

‎Di sisi lain, jam kerja panjang dan kebiasaan duduk lama tanpa jeda turut memicu gangguan otot dan tulang belakang. Setiap satu jam, pekerja dianjurkan untuk berdiri, berjalan, atau melakukan peregangan.

Untuk pilar istirahat, dr Christine menegaskan, tidur malam ideal adalah 6–8 jam. Kurang tidur kini menjadi pemicu meningkatnya risiko penyakit kronis pada usia muda. “Begadang dan stres yang tidak dikelola adalah kombinasi berbahaya,” ujarnya.

‎Sementara itu, olahraga sebaiknya dilakukan minimal 30 menit per hari atau lima kali seminggu. Dia mengingatkan, olahraga berlebihan juga tidak dianjurkan. "Lebih baik sebentar tapi rutin, karena tidak bagus jika tubuh terlalu lelah,” pungkasnya. (kho/c1/ynu) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#penyakit kronis #Kabupaten Blitar #Penyakit Tidak Menular (PTM) #generasi pekerja #hidup modern #usia produktif