BLITAR – Layanan bus sekolah di Kabupaten Blitar kini tengah menjadi primadona bagi para pelajar, terutama saat memasuki musim hujan. Peningkatan jumlah penumpang cukup signifikan terlihat pada jam-jam perjalanan, baik keberangkatan maupun kepulangan siswa.
Kondisi cuaca yang tidak menentu membuat banyak orang tua memilih moda transportasi yang lebih aman dan terjamin bagi anak-anak mereka.
Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar, Anik Yuanawati menjelaskan, lonjakan pengguna bus sekolah paling terasa pada musim hujan. Dalam satu trayek pemberangkatan, satu unit bus medium bisa mengangkut hingga 88 penumpang.
Jumlah tersebut bukan hitungan sekali angkut, melainkan total akumulasi penumpang selama satu kali perjalanan penuh dari titik awal hingga titik akhir.
“Animo siswa dalam menaiki bus sekolah meningkat saat musim hujan. Bisa mencapai 88 penumpang untuk satu kali pemberangkatan bus medium,” ujarnya.
Menurut Anik, keberadaan bus sekolah sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Selain membantu siswa tiba di sekolah dengan aman, layanan ini juga berperan dalam membentuk kedisiplinan sejak dini.
Jadwal penjemputan bus yang sudah ditentukan membuat para siswa terbiasa mengatur waktu sehingga lebih tertib dalam aktivitas harian. “Bus sekolah memang benar-benar diperlukan. Ini mendidik anak-anak untuk lebih disiplin karena waktu pemberhentian bus sudah dijadwalkan,” jelasnya.
Dari sisi ekonomi, bus sekolah memberikan keuntungan langsung bagi orang tua. Biaya transportasi harian dapat ditekan cukup signifikan. Dengan begitu, orang tua bisa menghemat biaya kendaraan sekitar 25 ribu setiap hari.
Selain itu, keberadaan bus sekolah juga berkontribusi pada pengurangan angka kecelakaan yang melibatkan pelajar, karena perjalanan mereka lebih terkontrol dan aman dibandingkan mengendarai sepeda motor sendiri.
Dishub Kabupaten Blitar saat ini mengoperasikan bus dengan kapasitas berbeda, yaitu 30 seat untuk bus medium dan 20 seat untuk bus mikro. Meski bus tetap beroperasi setiap hari sekolah, lonjakan penumpang biasanya terjadi pada jam pulang daripada saat berangkat. “Lebih banyak dari biasanya jika musim hujan, dan biasanya bus padat saat pulang daripada berangkat,” tambah Anik.
Dishub berharap layanan bus sekolah dapat terus dimaksimalkan, baik dari sisi rute, kapasitas, maupun kenyamanan. Hal tersebut ditujukan agar lebih banyak pelajar yang memanfaatkannya sebagai transportasi harian yang aman dan efisien. (kho/c1/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah