BLITAR – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Blitar menyoroti peran penting pondok pesantren (ponpes) sebagai benteng pertahanan moral generasi muda di tengah masifnya perkembangan teknologi dan digitalisasi.
Lingkungan pesantren menawarkan solusi efektif untuk membentuk karakter dan kemandirian remaja.
Seksi Pendidikan Diniah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Kabupaten Blitar, Khayatul Mahki, menyatakan bahwa peran pesantren saat ini sangat vital dalam pembentukan karakter. "Di saat sebagian besar anak remaja bergelut dengan gadget, di ponpes, penggunaan gadget sangat dibatasi," ujarnya.
Pembatasan ini menciptakan ruang bagi santri untuk fokus pada interaksi sosial dan pendidikan berbasis nilai. Hal ini, lanjutnya, secara langsung berdampak pada kualitas komunikasi dan interaksi antar-santri dan dengan lingkungan sekitar.
Kehidupan komunal di ponpes menuntut santri untuk belajar empati, tanggung jawab, dan hidup mandiri. Lebih dari itu, faktor uswah atau keteladanan dari kiai atau pengasuh menjadi role model yang sangat kuat bagi para santri, yang pada akhirnya sangat membantu dalam proses pembentukan karakter dan kemandirian remaja di pesantren.
Kemenag Kabupaten Blitar memandang bahwa ponpes adalah benteng terakhir dalam menjaga moral generasi muda Indonesia. Oleh karena itu, harapan besar diletakkan pada lembaga-lembaga ini untuk tidak hanya mempertahankan tradisi keilmuan diniah yang kental, tetapi juga adaptif terhadap kemajuan zaman.
"Pondok sebagai benteng terakhir dalam menjaga moral generasi muda diharapkan mampu memenuhi tantangan zaman. Selain pelajaran diniah yang kental, santri juga perlu dikenalkan dengan teknologi yang mampu menjawab tantangan global," tegasnya.
Dengan total 183 ponpes resmi yang menaungi 37.177 santri aktif, Kemenag Blitar berkomitmen terus mendukung kelembagaan ponpes, salah satunya melalui program rutin halaqah atau pertemuan pengasuh ponpes bersama Bupati Blitar. (kho/c1/ady) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah