BLITAR - KAI meminta masyarakat luas untuk lebih teliti dan berhati-hati dalam membawa barang bawaan ketika naik kereta api (KA). Sebab, barang bawaan merupakan tanggung jawab masing-masing penumpang dan jangan sampai tertinggal.
Sebelumnya diketahui, viral insiden tumbler milik penumpang tertinggal di kereta api listrik (KRL) Jabodetabek beberapa hari terakhir. Meski sudah damai, kini KAI menjadi semakin responsif, salah satunya dengan mengingatkan kepada pelanggan kereta api untuk senantiasa memperhatikan barang bawaan saat berada di stasiun maupun saat akan turun dari kereta.
”Terpenting, periksa kembali barang bawaan saat akan meninggalkan stasiun atau setelah turun dari kereta api. Namun, apabila terjadi kejadian ketinggalan barang bawaan, masyarakat dapat menghubungi petugas stasiun atau mengakses layanan Lost & Found KAI secara langsung atau menghubungi Contact Center KAI 121 untuk proses tindak lanjut," ujar Manajer Humas Daop 7 Madiun, Rokhmad Makin Zainul, Minggu (30/11/2025).
Zainul menambahkan, KAI Daop 7 Madiun secara aktif terus mengimbau seluruh penumpang untuk lebih memperhatikan barang bawaannya, baik saat menunggu di stasiun maupun selama perjalanan. Petugas announcer KAI juga secara berkala menyampaikan peringatan agar penumpang tidak meninggalkan dan senantiasa menjaga barang pribadi di kursi, rak bagasi, atau area publik lainnya.
Barang bawaan penumpang, jelas dia, merupakan tanggung jawab masing-masing individu. Namun, KAI tetap menjadikan keamanan dan kenyamanan pelanggan sebagai prioritas layanan, salah satunya dengan adanya sistem Lost & Found. Barang yang tertinggal langsung didata dan dimasukkan ke dalam sistem Lost & Found KAI.
“Barang penumpang yang tertinggal dan telah diamankan dapat diambil kembali oleh pemiliknya setelah melalui proses verifikasi sesuai prosedur yang berlaku," jelasnya.
KAI Daop 7 Madiun juga mengimbau masyarakat untuk membawa tumbler saat bepergian menggunakan kereta api. Hal ini guna mendorong dan mengedukasi masyarakat untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.
Selain itu, KAI juga menyediakan dispenser air atau water station yang dapat digunakan penumpang untuk mengisi ulang botol minum di beberapa stasiun, di antaranya di Stasiun Madiun, Stasiun Jombang, Stasiun Kediri, dan Stasiun Blitar.
Adapun cara untuk melapor barang yang hilang, pertama, laporkan barang tertinggal ke petugas pengawal KA (walka) atau konter Lost & Found. Penumpang akan diminta mengisi formulir kehilangan yang isinya antara lain identitas penumpang. “Data formulir digunakan petugas untuk menghubungi kembali,” terang Zainul.
Kedua, lakukan pengambilan barang setelah ditemukan. Penumpang dapat menunjukkan formulir kehilangan barang yang sudah diberikan sebelumnya. Setelah itu, penumpang akan mengisi formulir pengembalian barang. Penumpang juga diminta memeriksa dahulu barangnya sebelum diserahkan.
Ketiga, ketika barang ditemukan dan diserahkan orang lain bisa diserahkan di konter Lost & Found. Dalam keadaan seperti ini, setiap barang temuan akan diberi label khusus lalu diverifikasi dan diinput ke data Lost & Found KAI, termasuk lokasi terakhir ditemukan.
Barang yang tertinggal akan disimpan untuk durasi waktu tertentu. Perlakuannya berbeda untuk jenis barang berupa makanan dan non-makanan. Barang yang tidak diambil dalam waktu 1 minggu akan diserahkan ke stasiun penyimpanan.
“Barang berupa makanan akan dimusnahkan dalam waktu 1 hari. Sementara barang temuan dalam bentuk lain yang tidak diambil dalam waktu sekitar sebulan, akan disumbangkan atau dimusnahkan,” tandasnya.(mg2/c1/sub) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah