Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Ratusan Kasus Baru HIV/AIDS Terungkap di Kabupaten Blitar, Dinkes Beberkan Faktanya

Fajar Rahmad Ali Wardana • Selasa, 2 Desember 2025 | 16:43 WIB

 

Ratusan Kasus Baru HIV/AIDS Terungkap di Kabupaten Blitar, Dinkes Beberkan Faktanya
Ratusan Kasus Baru HIV/AIDS Terungkap di Kabupaten Blitar, Dinkes Beberkan Faktanya

BLITAR – Ada ratusan orang dengan HIV (ODHIV) baru di wilayah Kabupaten Blitar. Dari temuan tersebut, paling banyak dari fenomena lelaki suka lelaki (LSL). Kondisi ini harus menjadi perhatian semua pihak, termasuk orang tua dan atensi pada Hari AIDS Sedunia yang diperingati setiap 1 Desember. Apalagi jumlah kasus ini masih tergolong tinggi.

Berdasarkan data Sistem Informasi HIV-AIDS (SIHA) 2.1, hingga awal November 2025, tercatat 173 orang masuk kategori ODHIV baru. Dari jumlah tersebut, LSL menjadi kelompok terbanyak. “Dari total 173 kasus baru, 36 kasus berasal dari kelompok LSL. Angka ini memang paling tinggi dibanding populasi lainnya,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawati.

Dia melanjutkan, posisi kedua ditempati pasangan dengan risiko tinggi sebanyak 32 kasus, disusul populasi umum 28 kasus, dan pelanggan PSK 20 kasus. Sementara, kategori lain seperti calon pengantin dengan 13 kasus, ibu hamil 7 kasus, hingga anak ODHIV ada 3 kasus turut menyumbang angka temuan.

Parahnya, dalam HIV ini laki-laki terbanyak 64 persen dengan rentang usia 25–49 tahun yang mendominasi. Data dinkes menunjukkan, dari 173 penderita baru, 110 adalah laki-laki dan 63 perempuan. Dengan usia terbanyak berada di rentang 25–49 tahun.

“Kelompok usia produktif ini dinilai paling rentan karena mobilitas tinggi serta aktivitas sosial yang lebih luas. Maka dari itu, tingginya temuan di kelompok tertentu harus menjadi perhatian serius semua pihak,” ungkapnya.

Christine menyebut, dinkes telah bekerja sama dengan berbagai LSM untuk memperkuat pendampingan, konseling, dan edukasi pencegahan penularan HIV. Melalui pendekatan psikologis dan spiritual tetap diperlukan sebagai bagian dari upaya pencegahan. Dia menekankan, edukasi berbasis komunitas menjadi salah satu strategi yang terus diperluas.

Christine juga mengingatkan, pentingnya pengawasan orang tua. Sebab, orang tua sebaiknya meningkatkan kewaspadaan dalam mendampingi anak-anaknya. Terutama mengamati proses sang buah hati bersosial di lingkungan dan teman bermainnya, baik di sekolah maupun di luar rumah.

Menurutnya, peningkatan kasus pada kelompok usia muda dalam beberapa tahun terakhir perlu dicermati sebagai sinyal bahwa edukasi seksual sehat belum merata. Grafik tren kasus HIV di Kabupaten Blitar menunjukkan fluktuasi sejak 2009.

Tahun 2020–2021 sempat menurun drastis dari 95 menjadi 68 kasus, namun kembali meningkat tajam pada 2022 hingga mencapai 140 kasus, dan melonjak 199 kasus pada 2023, kemudian sedikit turun menjadi 190 kasus (2024) dan 173 kasus (2025).

Data ini menunjukkan, upaya penemuan kasus aktif (active case finding) semakin gencar dilakukan. Untuk menekan penyebaran HIV, dinkes menambah kuota pemeriksaan gratis, meningkatkan skrining pada ibu hamil dan calon pengantin, serta memaksimalkan klinik layanan HIV di puskesmas.

“Kami berharap masyarakat tidak takut untuk memeriksakan diri. Semakin cepat ditemukan, semakin cepat dapat ditangani,” pungkasnya. (jar/ynu) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#hari aids sedunia #Kabupaten Blitar #1 desember #hiv #lelaki suka lelaki