BLITAR – Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Blitar mencatat tingginya permintaan evakuasi non-kebakaran selama setahun terakhir. Berdasarkan data resmi bidang pemadaman, penyelamatan, serta sarana dan prasarana, total ada 213 kasus yang ditangani petugas damkar, dengan laporan evakuasi sarang tawon menjadi laporan paling banyak.
Kasi Pemadaman, Penyelamat, dan Sarana Prasarana Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blitar, Tedi Prasojo menjelaskan, laporan evakuasi sarang tawon mencatat angka tertinggi. Total ada 107 penanganan evakuasi sarang tawon dalam setahun.
Angka itu diperoleh dari rincian bulanan yang bisa mencapai hingga 26 laporan per bulan, dengan puncaknya terjadi pada musim pancaroba. Di urutan kedua, damkar banyak menangani evakuasi ular yang mencapai 65 kasus.
Tren keberadaan ular di permukiman biasanya meningkat pada periode hujan panjang maupun saat cuaca ekstrem yang membuat habitat ular terganggu. “Evakuasi ular ini sifatnya hampir rutin. Petugas harus memastikan area aman sebelum pemindahan,” katanya.
Jenis evakuasi lain yang juga cukup sering dilaporkan warga adalah kucing yang terjebak, mencapai 20 kasus, serta temuan benda menyerupai cincin yang memerlukan bantuan teknis sebanyak 11 kasus.
Sementara itu, upaya penyelamatan terkait biawak tercatat 7 laporan, kemudian manusia yang membutuhkan evakuasi dalam kondisi darurat sebanyak 3 laporan. Kategori lain seperti monyet dan mobil terkunci berada di angka yang sama, yakni 1 kasus.
Meski jumlahnya kecil, penanganan tetap dilakukan dengan standar keselamatan ketat karena berkaitan langsung dengan risiko pada warga maupun hewan yang ditangani.
Tedi menegaskan, tingginya laporan masyarakat menunjukkan meningkatnya kesadaran untuk meminta bantuan profesional ketimbang menangani sendiri yang justru berisiko. Ia juga mengapresiasi partisipasi warga yang segera melapor ketika menemui situasi berbahaya.
Dengan meningkatnya curah hujan dan potensi gangguan habitat hewan liar pada akhir tahun. Damkar mengimbau, masyarakat tetap waspada serta segera menghubungi pos terdekat bila menemukan situasi yang membahayakan. “Semua laporan kami respon selama 24 jam. Prinsip kami, keselamatan warga adalah prioritas,” ujarnya. (kho/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah