Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Disnaker Ungkap Perkembangan PMI asal Blitar Jadi Korban Kebakaran di Hong Kong

Fajar Rahmad Ali Wardana • Rabu, 3 Desember 2025 | 18:15 WIB
Disnaker Ungkap Perkembangan PMI asal Blitar Jadi Korban Kebakaran di Hong Kong
Disnaker Ungkap Perkembangan PMI asal Blitar Jadi Korban Kebakaran di Hong Kong

BLITAR – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar memastikan salah satu warganya, Sri Wahyuni, menjadi korban dalam insiden kebakaran apartemen di Hong Kong. Kepastian ini diperoleh setelah dilakukan penelusuran secara faktual, meski hingga kemarin dinas belum menerima laporan resmi dari pemerintah pusat.

Kadisnaker Kabupaten Blitar, Ivong Berttyanto, menjelaskan bahwa awalnya menerima informasi dari unggahan media sosial. Tidak hanya itu, ada laporan warga terkait adanya PMI asal Kabupaten Blitar yang menjadi korban.

“Memang kami mendapatkan informasi dari media sosial dan laporan-laporan masyarakat bahwa Saudari Sri Wahyuni menjadi korban kebakaran di apartemen Hong Kong,” ujarnya.

Meskipun demikian, hingga saat ini disnaker belum menerima pemberitahuan resmi dari BP2MI, BP3MI, maupun KJRI Hong Kong. Namun, apa pun informasinya, pihaknya tetap melakukan cross check. Bahkan, bidang penempatan tenaga kerja (penta) langsung melakukan penelusuran setelah kabar itu muncul. Hasilnya, informasi tersebut terbukti benar.

Dari hasil penelusuran disnaker di lapangan, informasi itu secara faktual benar. Maka memang ada salah satu warga Kabupaten Blitar, atas nama Sri Wahyuni, alamat Kelurahan Sutojayan, Kecamatan Sutojayan, yang menjadi korban kebakaran di Hong Kong.

Ivong menyebut langkah lanjutan dilakukan melalui koordinasi dengan pihak perusahaan penyalur (PT) yang memberangkatkan korban. Menurut Ivong, PT terkait telah menggelar Zoom meeting dengan keluarga korban di Blitar serta pihak terkait di Hong Kong.

“Dari Zoom itu kemudian dilakukan penelusuran DNA. Kebetulan prosesnya cepat karena adik Mbak Sri Wahyuni ternyata berada di Hong Kong, sehingga identitas korban bisa dipastikan,” jelasnya.

Dengan adanya kecocokan DNA itu, Sri Wahyuni dipastikan sebagai salah satu korban meninggal dalam peristiwa kebakaran tersebut. Setelah identitas dipastikan, disnaker bersiap melakukan langkah selanjutnya, yakni berkoordinasi dengan instansi terkait di tingkat provinsi dan pusat untuk proses kepulangan jenazah.

Disnaker menegaskan akan memastikan setiap prosedur pemulangan jenazah berjalan sesuai ketentuan, termasuk pendampingan bagi pihak keluarga di Sutojayan. “Tentu jelas, kami akan memantau sampai proses selesai,” pungkasnya. (jar/c1/ynu) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#Kabupaten Blitar #apartemen #hong kong #dinas tenaga kerja #kebakaran #korban